KATEGORI


Arsip Berita

Sultan: PNS Pemda DIY Harus Kreatif dan Inovatif

12 Februari 2018

Sleman (12/02/2018) jogjaprov.go.id - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan, setiap Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Daerah (Pemda) DIY harus kreatif dan inovatif. Sebagai pelayan masyarakat, PNS sudah seharusnya mampu menambah kualitas pribadinya agar mampu melaksanakan ketugasan sesuai perkembangan zaman.

“Dalam bekerja, bagaimana PNS tidak hanya menunggu dhawuh/terserah kepala dinas, tapi bagaimana Saudara-saudara sekalian mempunyai kreativitas inovasi. Bagaimana kita sebagai PNS, tidak hanya sekadar PNS, tapi juga mampu membangun solidaritas, membangun integritas sebagai PNS yang baik. Menjadi PNS yang tidak melanggar hukum, penuh kreativitas dan inovasi. Tahu bagaimana melayani masyarakat, memotivasi masyarakat untuk bisa tumbuh dan berkembang sejahtera, mandiri dan punya komitmen tinggi di dalam upaya membangun masa depan masyarakat Jogja untuk menghadapi tantangan zamannya,” ungkap Sri Sultan. 

Saat memberikan pengarahan pada kegiatan Pembinaan dan Pengarahan PNS Pemda DIY di Hotel Royal Ambarrukmo, Senin (12/02) ini, Gubernur DIY mengungkapkan, pembelajaran tentang entrepreneurship dan leadership perlu dipahami oleh seluruh PNS Pemda DIY. Karena hal tersebut juga berhubungan dengan upaya meningkatkan perekonomian daerah demi kesejahteraan masyarakat.

“Kita harus pahami bahwa APBD itu hanya menstimulasi masyarakat untuk tumbuh mandiri, tidak bisa mensejahterakan masyarakat. Karena mungkin hanya 15%-20% APBD provinsi, kabupaten/kota itu yang bisa memenuhi harapan masyarakat. Jadi sektor bidang lain, seperti para pengusaha dan sebagainya itu, ikut membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat Jogja untuk meningkatkan kesejahteraan,” imbuh Ngarsa Dalem.

Ngarsa Dalem pun menegaskan, tiap PNS di lingkungan Pemda DIY untuk mau berbicara dan belajar berargumentasi. Menurut beliau, hal itu tidaklah mudah karena membutuhkan latihan. Sehingga Ngarsa Dalem berharap para PNS dapat membentuk kelompok diskusi untuk lebih bisa tidak hanya sekedar memahami materi, tapi bisa menjadi wadah mendiskusikan sesuatu.

“Jadi, yang tidak pernah berbicara jadi mampu berbicara, yang mampu sekadar berbicara jadi mampu berargumentasi. Itu perlu dilatih. Jadi kita membiasakan diri bagaimana membangun sinergitas, bisa membedakan dan memilih pilihan terbaik dari yang baik. Harapannya Saudara bisa lebih matang dalam menjalani tugas yang ada,” kata beliau.

Sri Sultan melanjutkan, PNS juga perlu selalu menambah pengetahuan dirinya. Mengikuti diklat memang menjadi salah satu cara menambah pengetahuan. Namun Gubernur DIY mengimbau untuk menggunakan berbagai cara dalam menambah pengetahuan. Jika membandingkan dengan perubahan yang cepat terjadi, penguasaan teknologi informasi, bahasa, dan juga pengetahuan dasar jadi penting bagi PNS.

“Harapan saya, Saudara-saudara sekalian mengikuti assessment ini menjadi pilihan kita bersama, jadi bagaimana Saudara bisa survive karena mau memahami persoalan, mau belajar, mau diskusi mengungkapkan pendapat, tapi juga mampu membangun integritas Saudara-saudara sendiri untuk tidak melanggar hukum. Ini yang penting bagi saya, sehingga Saudara bisa memanfaatkan momentum dalam kompetisi, juga dalam pemahaman Anda bisa diandalkan menjadi PNS yang kreatif-inovatif, dan menjadi PNS yang mengerti mendudukkan diri pada posisinya,” kata Ngarsa Dalem.

Dalam kegiatan pembinaan dan pengarahan tersebut, hadir pula para narasumber lain. Guru Besar Fakultas Teknik UGM Prof. Ir Sudaryono M.Eng., Ph.D. mengatakan, aparatur pemerintah mampu menjadi agen pembangunan peradaban baru Indonesia. Dengan semangat entrepeneurship, setiap aparatur pemerintahan harus memiliki etika, etos dan kualitas untuk mewujudkannya.

Guru Besar Universitas Kristen Emanuel Kalasan George Iwan Marantika, MBA mengatakan, dalam pemerintahan zaman sekarang, perlu dilekatkan sifat entreprising government. Dalam hal ini, pemerintah juga mengutamakan bagaimana meningkatkan pendapatan, daripada hanya sekedar meningkatkan pengeluaran.

“Dalam hal ini pendapatan diukur bukan hanya sebagai pendapatan pemerintah, tapi juga pendapatan perkapita masyarakat. Dan pemerintahan yang efisien menjadi tolok ukurnya. Pemerintah daerah juga perlu mampu mengantisipasi berbagai tantangan-tantangan yang ada ke depan,” ungkap George.

Dalam paparannya, George juga berharap agar Pemda DIY menjadi pionir dalam menghadapi berbagai digital disruption yang terjadi di berbagai belahan dunia. George mengapresiasi langkah Pemda DIY yang telah lebih dulu menginisiasi Jogja Cyber Province pada tahun 2004 silam. Meskipun demikian, DIY diharapkan tidak berhenti berinovasi mengingat persaingan antar daerah hingga antar negara semakin kompetitif. 

Sementara, Core Trainer PPM Manajemen Jakarta Ir Hari Prasetyo MM menuturkan, reinventing government merupakan representasi dari paradigma New Public Management. Tujuan ialah meningkatkan kinerja organisasi sektor publik dan meningkatkan kualitas pelayanan umum. Prinsipnya ialah dekat dengan warga, memiliki mentalitas melayani, dan luwes serta inovatif dalam memberikan layanan jasa kepada warga. (Rt)

HUMAS DIY