Gubernur DIY Mendukung Transformasi BPD DIY

Tanggal Rilis :
Kamis, 15 September 2016
Penulis Artikel :
Arif Lukman Hakim
Fotografer :
Wijang
Lokasi :
Royal Ambarukmo Hotel

YOGYAKARTA – (15/09/2016) jogjaprov.go.id Sekjen Kemendagri, Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Koordinator Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan Wilayah Timur, Kepala OJK DIY, Kepala Kantor Perwakilan BI Yogyakarta, Pimpinan dan Anggota DPRD DIY, Bupati dan Walikota di DIY, Direktur Eksekutif Asbanda, Dewan Komisaris dan Dewan Direksi BPD DIY, serta masyarakat perbankan menghadiri Sosialisasi Transformasi BPD DIY. Acara yang digelar di Royal Ambarukmo Hotel pada Kamis (15/09) pagi tersebut diselenggarakan sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman, komitmen, serta dukungan para stakeholders  terhadap peran BPD DIY dalam pembangunan daerah. 

Dalam laporannya, Direktur Utama BPD DIY Bambang Setiawan menuturkan bahwa sosialisasi ini sangat penting agar implementasi transformasi BPD DIY dapat berjalan baik dan mencapai sasaran yang ditentukan. Dukungan dan komitmen dibutuhkan agar terus memacu transformasi yang telah dicanangkan di BPD DIY sejak tahun 2014 melalui berbagai konteks seperti penyempurnaan penerapan prinsip good corporate governance, governance structure, governance process, dan governance outcome.

Gubernur DIY yang juga menjadi pemegang saham kendali BPD DIY mengungkapkan, “BPD DIY harus berkembang secara akseleratif menjadi regional champion. Untuk mencapai hal tersebut, diperlukan tiga syarat: ketahanan kelembagaan secara permodalan, memiliki kemampuan bertumbuh dan berkembang dalam rangka mendukung pembangunan ekonomi daerah, kemampuan pelayanan yang optimal hingga tingkat kecamatan dengan dukungan SDM yang profesional.”

Apresiasi diberikan Gubernur DIY atas prestasi-prestasi yang dicapai BPD DIY. Kinerja positif tersebut merupakan modal besar bagi transformasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut. Tahun 2016 ini, BPD DIY menjadi bank dengan kinerja excellent, dengan penghargaan titanium trophy dan diamond trophy yang merupakan award tertinggi dari Majalah Infobank. Prestasi tersebut diperoleh karena BPD DIY berhasil mempertahankan kinerja dengan predikat sangat bagus selama 20 tahun berturut-turut. Prestasi lainnya, BPD DIY menempati posisi puncak untuk Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) 2 dalam rating 118 bank, untuk kategori bank beraset di bawah Rp 10 T.

Melihat perkembangan yang terjadi, BPD DIY menunjukkan angka impresif melalui berbagai indikator. Aset BPD DIY pada triwulan II 2016 mencapai Rp 9,4 T dari sebelumnya Rp 8,7 T pada 2015. Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp 7,7 T, atau tumbuh 13% dari tahun 2015. Pertumbuhan kredit sebesar 5,2% menjadi Rp 5,7 T dibanding pada Juni 2015. Rasio finansial mulai dari capital adequacy ratio (CAR) 19,3%, loan to deposit ratio (LDR) 73,4%, return on asset (ROA) 2,89%, return on equity (ROE) 17,2%, dan angka non performing loan (NPL) 3,3%. Dari angka-angka tersebut, sepintas yang perlu didorong adalah pertumbuhan kredit yang membutuhkan laju pertumbuhan 15%-20% per tahun. “Mana yang perlu diakselerasi? Sepenuhnya diserahkan kepada manajemen BPD DIY, dengan arahan OJK dan koordinasi dengan ASBANDA", pungkas Gubernur DIY. 

Selanjutnya, Gubernur DIY berpesan agar segera disusun roadmap dan milestone tahapan pencapaian BPD DIY sebagai regional champion. Selain itu, inisiatif juga perlu dilakukan melalui peningkatan portofolio kredit produktif, penguasaan pangsa pasar, peningkatan peran sebagai bank induk BPR, menambah modal melalui pertumbuhan organik dari laba ditahan, mengembangkan inovasi produk, serta membangun brand awareness melalui komunikasi intensif dengan customer community yang loyal.

Sementara itu, Yuswandi A. Tumenggung selaku Sekjen Kemendagri dalam sambutannya mengungkapkan kekaguman atas hubungan yang begitu baik antar shareholders maupun stakeholders BPD DIY. "Istimewa. Bahkan hampir tidak ada gap antara pemegang saham kendali dengan manajemen BPD DIY.", seru Yuswandi.  Yuswandi berikutnya menekankan agar BPD DIY benar-benar meningkatkan competitiveness, dan selalu menganalisis serta merespon terhadap perubahan-perubahan yang terjadi bahkan di level nasional.

Acara sosialisasi ini kemudian dilanjutkan dengan diskusi yang menghadirkan berbagai narasumber. Beberapa tokoh mulai dari perwakilan pemerintah, pengawas dan asosiasi perbankan, maupun pakar dan akademisi hadir sebagai panelis. (alh)

 

  

KOMENTAR

Belum ada komentar dalam artikel ini

Anda Harus Login untuk memberikan komentar

LOGIN USER | DAFTAR BARU

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Pemerintah Daerah DIY dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Pemerintah Daerah DIY akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

FILTER & PENCARIAN