Bincang Sore Di Jogja TV

Tanggal Rilis :
Kamis, 20 April 2017
Penulis Artikel :
Sukarmi
Fotografer :
wijanarto
Lokasi :
Jogja TV

Yogyakarta (20/04/2017) jogjaprov.go.id – Mewujudkan Mimpi Kartini dengan Kerja Keras, Semangat dan Komitmen demikian tema yang diusung dalam Dialog interaktif di Jogja TV Jl. Wonosari Yogyakarta kemarin , Rabu (19/04) dalam acara Bincang Sore. Di kesempatan tersebut hadir dua nara sumber  sebagai  pembicara yaitu Ketua Umum Penitia Peringatan Hari Kartini DIY tahun 2017, GKBRA Paku Alam X dan Kepala BPPM DIY, dr. RA Arida Oetami, M Kes  serta beberapa audience yang berasal ibu-ibu beberapa anggota 5 komponen organisasi wanita yaitu : Dharma Wanita Persatuan, Dharma Pertiwi, PKK DIY, BKOW dan Bhayangkari.

Tema yang diusung berawal dari semangat Kartini pada waktu dulu dengan kondisinya yang memaksa dia untuk “dipingit” tidak bisa mengenyam pendidikan, namun tetap berkerja keras untuk bisa belajar dan membaca situasi yang ada. Selain itu cita-cita besar atau komitmen Kartini adalah untuk bisa memajukan kaumnya, yaitu kaum wanita. Hal itulah yang menjadi penyemangat sehingga kaum wanita bisa maju di negeri ini. Kalau kita mau menjadi manusia seutuhnya kita tidak boleh berhenti menjadi wanita sepenuhnya, ungkapnya.

Di era modernisasi ini perempuan masih dituntut untuk tetap lembut, halus seperti RA. Kartini yang menjadi figur demikian kata Arida dalam kesempatan yang sama. Perempuan masa kini harus bisa menyeimbangkan tuntutan sektor domestik tanpa mengesampingkan sektor publik.  Di akhir tayangan Bincang Sore Arida Oetami menegaskan bahwa Sosok Kartini modern harus bisa menginspirasi lingkungannya. (teb)

HUMAS DIY

KOMENTAR

Belum ada komentar dalam artikel ini

Anda Harus Login untuk memberikan komentar

LOGIN USER | DAFTAR BARU

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Pemerintah Daerah DIY dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Pemerintah Daerah DIY akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

FILTER & PENCARIAN