Dharma Santi Nyepi : Bangun Harmoni Dalam Kebhinekaan

Tanggal Rilis :
Senin, 17 April 2017
Penulis Artikel :
Sukarmi
Fotografer :
Reni
Lokasi :
Bangsal Kepatihan Yogyakarta

Yogyakarta (17/04/2017) jogjarpov.go.id – Dalam rangka peringatan Hari Raya Nyepi 1939 (2017 M) umat Hindu Daerah Istimewa Yogyakarta mengadakan  kegiatan Dharma Santi Nyepi yang diselenggarakan pada  Minggu malam (16/04) di Bangsal Kepatihan Yogyakarta. Acara yang dihadiri oleh jajaran Forkorpimda DIY, Pejabat dilingkungan DIY, para Pimpinan Umat Lintas Iman DIY serta para pemuka agama tersebut  juga dihadiri oleh Wakil Gubernur DIY Paku Alam X.

Pada Kesempatan tersebut Ketua Panitia Peringatan Dharma Santi, AKBP dr. Nyoman Eddy Purnama mengemukakan bahwa untuk tahun ini kegiatannya diwarnai dengan berbagai kegiatan yang bersifat keagamaan maupun bersifat sosial, dan upacara tawur ke sanga di pelataran Candi Prambanan merupakan puncak acara kegiatan ini yang dilaksanakan pada tanggal 27 Maret 2016 beberapa waktu yang lalu.  

Dharma Santi bertujuan menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan manusia dan manusia dengan lingkungannya. Hal ini merupakan ajang saling memaafkan atas segala kesalahan dan kekeliruan yang terjadi dalam satu tahun sebelumnya. Selain itu kegiatan ini merupakan ajang untuk memantapkan hubungan personil antara sesama manusia, agar tercipta suatu keharmonisan yang lebih di masa depan.

Dalam kesempatan tersebut Ida Bagus Agung mewakili PHDI (Parisada Hindhu Dharma) DIY mengucapkan terimakasih kepada Pemda DIY atas dukungannya sehingga acara ini bisa terselenggara dengan baik. Dikemukakan pula bahwa setiap tahun umat Hindu merayakan Hari Raya Nyepi yang merupakan perayaan Tahun Baru Saka, dimana tonggak sejarah  tahun saka ditetapkan untuk pertamakalinya di tahun 78 Masehi , yang bertujuan antara lain adanya keinginnya kedamaian  dalam perbedaan dan Kebhinekaan.

Sementara itu Gubernur DIY dalam amanatnya yang disampaikan oleh Paku ALam X anatara lain mengajak para hadirin untuk senantiasa melakukan berbagai tindakan dan niatan posistif yang baik sejalan dengan nilai-nilai dan kaidah-kaidah ajaran agama Hindu.

Ditambahkannya pula bahwa, umat hindu harus mampu mengemban tugas dan kewajiban sebagai umat yang baik sehingga tidak akan terjadi kesalahan langkah dan kesalahan tindakan yang mungkin dapat merugikan umat dan diri sendiri. Menurutnya, perilaku yang kurang memperhatikan hal-hal tersebut akan memunculkan berbagai persoalan besar yang menghimpit dan mengganggu jalannya tatanan kehidupan yang selaras, serasi dan seimbang di masyarakat.

Dalam peringatan tersebut juga disampaikan pula penyerahan hadiah bagi pemenang lomba penjor dan gebongan. Adapun thema perayaan untuk tahun ini adalah :Dengan Semangat Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1939, Kita Bangun Harmoni Dalam Kebhinekaan. (teb)

HUMAS DIY

KOMENTAR

Belum ada komentar dalam artikel ini

Anda Harus Login untuk memberikan komentar

LOGIN USER | DAFTAR BARU

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Pemerintah Daerah DIY dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Pemerintah Daerah DIY akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

FILTER & PENCARIAN