Gubernur DIY Melantik Penjabat Bupati Gunungkidul

Tanggal Rilis :
Selasa, 28 Juli 2015
Penulis Artikel :
sukarmi
Fotografer :
Danu Wresni
Lokasi :
Bangsal Kepatihan

YOGYAKARTA (28/07/2015)Portal. jogjaprov.go.id – Bertempat di Bangsal Kepatihan Yogyakarta, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X melantik penjabat Bupati Gunungkidul Ir. Budi Antono, Msi menggantikan Bupati Gunungkidul Hj. Badingah S Sos, yang telah habis masa jabatannya pada periode 2010 - 2015 ini. 

Dilantiknya Budi Antono yang saat ini masih menjabat Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi DIY tersebut sesuai Keputusan Menteri Dalam Negeri RI berlaku  maksimal satu tahun ke depan. Hal itu juga dimaksudkan untuk melaksanakan penyelenggaraan pemerintahan serta bertugas untuk membantu kelancaran penyelenggaraan pemilihan secara langsung Bupati dan Wakil Bupati Gunungkidul definitif periode 2015 hinga 2020. 

Dalam kesempatan tersebut Gubernur DIY berharap pengangkatan Budi Antono dapat mengarsitekki pemerintahan dan pembangunan di Gunungkidul, karena Gubernur memandang sosok Budi Antono memiliki kekuatan profesional dalam bidang perencanaan dan implementasinya sehingga target pembangunan bisa tercapai secara tepat tuju, tepat waktu, tepat mutu dan tepat anggaran. 

Sri Sultan HB X juga berharap agar semua komponen di Kabupaten Gunungkidul bersedia membantu Penjabat Bupati dalam menghadapi dan melaksanakan agenda-agenda daerah yang sangat penting dalam waktu dekat ini. 

Hadir dalam kesempatan tersebut  DPRD DIY, Sekretaris Daerah DIY, jajaran Forkompimda DIY, Pimpinan SKPD DIY, Bupati dan Wakil Bupati Gunungkidul serta anggota Forkompimda dan Pimpinan SKPD Kabupaten Gunungkidul. (mtn)

HUMAS DIY

KOMENTAR

Belum ada komentar dalam artikel ini

Anda Harus Login untuk memberikan komentar

LOGIN USER | DAFTAR BARU

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Pemerintah Daerah DIY dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Pemerintah Daerah DIY akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

FILTER & PENCARIAN