Halal Bihalal Syawalan Momentum Untuk Mengembangkan Silaturahim

Kamis, 14 Juli 2016

 

 

YOGYAKARTA (14/07/16) jogjaprov.go.id  - Gubernur DIY  Sri Sultan Hamengku Buwono X  menyatakan bahwa Idul Fitri dapat bermakna awal kehidupan baru setelah paripurna menunaikan ibadah puasa Ramadhan sebulan penuh dan merupakan momentum untuk mengembangkan kedamaian, dan persaudaraan atau silaturahim .

Hal tersebut disampaikan pada sawwalan Halal bihalalnya dengan para Pejabat Forkopimda serta Kepala Kantor Perwakilan BPK, Kepala Kantor Perwakilan BI, Kepala OJK DIY, kerabat Kraton Yogyakarta, kerabat Puro Pakualaman, serta tokoh masyarakat dan dunia usaha yang bertempat di Bangsal Kepatihan Yogyakarta Rabu malam (13/7).

Sementara itu Ketua DPRD DIY Arif Noor Hartanto,S.IP, dalam sambutannya menyampaikan bahwa puasa Ramadhan mempunyai dua makna yaitu sebagai sarana untuk menjadikan seseorang menjadi takwa yang ditunjukkan melalui sikap sabar dalam kekurangan/penderitaan. Namun hal tersebut harus menjadikan seseorang mempunyai semangat kerja yang tinggi untuk mengubah keadaan yang lebih baik seperti semangat Jogja Gumregah, sebagaimana dicanangkan Gubernur DIY. Selain itu puasa juga harus menjadi sarana kesalehan sosial untuk menahan amarah dan memaafkan kesalahan orang lain demi untuk keharmonisan kehidupan sosial.

Dibagian lain  Gubernur DIY dalam sambutannya menambahkan bahwa jika hari raya dikaitkan dengan kelahiran kembali untuk mengingatkan pada fitrah kita sebagai makhluk tanpa dosa, berbeda dengan kehidupan orang yang sudah sudah mengenal tipu-tipu, suap, korupsi, money politics, nafsu dan ambisi. Sedangkan dalam bisnis, hendaknya juga dijauhkan dari sifat  greedy yang melahirkan mafia pajak, dan monopoli semua rantai bisnis tanpa menyisakan bagian dari UKM yang seharusnya menjadi binaannya. Oleh karena itu Sultan mengingatkan kita harus waspada, sebab kosakata sederhana” greedy”  bahkan bisa merontokkan ekonomi kapasitas besar Amerika Serikat dan mengakibatkan krisis global.

Menyinggung perkembangan organisasi di DIY saat ini Gubernur DIY menyatakan masuk katagori masyarakat yang manakah kita ; high-trust society, low-trust, zero trust, ataukah distrust society ?. Hal tersebut menurut Sultan gejala yang nampak, masyarakat kita “ mohon maaf” mengidap penyakit akut, saling tidak percaya, saling curiga, dan seringkali jegal menjegal satu terhadap yang lain.

Sehingga di momentum Idul Fitri ini Gubernur DIY mengharapkan seharusnya menggugah kesadaran baru untuk kembali pada harkat kemanusiaan sebagai makhluk yang fitrah dan makna hakiki Idul Fitri semoga  halal bihalal ini menjadi titik awal bagi kita semua untuk bersiap diri, menyiapkan konsep, guna berpartisipasi dan berkontribusi merealisasikan gerakan : Satu Jogja yang Isimewa” serta menjadi pambukaning warana, pangoyak tirai, untuk kita siap bekerjasama melakukan evaluasi dan instropeksi diri.

Tarian Beksan Menak Fitri Rengganis Yudaninggar menjadi pembuka rangkaian acara halal bi halal yang kemudian dilanjutkan oleh sambutan dari pimpinan DPRD DIY, diikuti sambutan Gubernur DIY dan ditutup dengan doa. (dian/skm)

KOMENTAR

Belum ada komentar dalam artikel ini

Anda Harus Login untuk memberikan komentar

LOGIN USER | DAFTAR BARU

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Pemerintah Daerah DIY dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Pemerintah Daerah DIY akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

FILTER & PENCARIAN