Indeks Pembangunan Manusia

Tanggal Rilis :
Senin, 08 September 2014
Penulis Artikel :
Anik
Lokasi :

 

 

 

Sumber : Statistik Indonesia, BPS Diolah

Gambar Perkembangan Indeks Pembangunan Manusia, 2005-2012

 

 

Untuk mengukur kualitas sumberdaya manusia digunakan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang dalam pengukurannya mencakup kualitas bidang pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan penduduk (pendapatan penduduk). Trend dari tahun 2005 sampai dengan 2011 menunjukkan bahwa IPM baik di tingkat nasional maupun DIY cenderung mengalami peningkatan. Pada tahun 2009 IPM DIY sebesar 75,23 sedangkan nasional sebesar 71,76. Untuk DIY baik pada tahun 2009 maupun 2010 menduduki posisi keempat nasional. Pada tahun 2010, IPM DIY sebesar 75,77, sedangkan IPM nasional 72,27. IPM DIY tahun 2011 sebesar 76,32, juga lebih tinggi dibandingkan capaian nasional pada tahun yang sama yang besarnya 72,77. Pada Tahun 2012 IPM DIY sebesar 76,75 dan Nasional sebesar 73,29.

 IPM menurut Kabupaten/Kota di DIY tahun 2012 menunjukkan bahwa Kota Yogyakarta menduduki peringkat ke-1 dengan angka 80,24. Kabupaten dengan angka IPM yang relatif tinggi yaitu Kabupaten Sleman dengan angka 79,31. Sementara itu, tiga kabupaten lain dengan angka IPM yang relatif masih rendah adalah Kabupaten Bantul (75,58), Kulon Progo (75,33) dan Kabupaten Gunungkidul (71,11).

 Tabel IPM Menurut Komponen dan Kabupaten/Kota di DIY, 2012

 

Kabupaten /Kota

 

Angka Harapan Hidup (tahun)

Angka Melek Huruf (%)

Rata-rata Lama Sekolah (tahun)

Pengeluaran Riil Per Kapita Yang Disesuaikan (000 Rp)

IPM

Peringkat IPM

Kulon Progo

74,58

92,04

8,37

634,34

75,33

4

Bantul

71,34

92,19

8,95

654,96

75,58

3

Gunungkidul

71,04

84,97

7,70

631,91

71,11

5

Sleman

75,29

94,53

10,52

653,11

79,31

2

Yogyakarta

73,51

98,10

11,56

657,65

80,24

1

DIY

73,27

92,02

9,21

653,78

76,75

4

 

Sumber: DIY Dalam Angka 2013, BPS DIY

KOMENTAR

Belum ada komentar dalam artikel ini

Anda Harus Login untuk memberikan komentar

LOGIN USER | DAFTAR BARU

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Pemerintah Daerah DIY dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Pemerintah Daerah DIY akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

FILTER & PENCARIAN