Inspektorat DIY Raih Capaian Kerja Tertinggi pada Triwulan I TA 2017

Kamis, 20 April 2017

YOGYAKARTA (19/04/2017) jogjaprov.go.id – Persoalan kemiskinan dan ketimpangan pembangunan masih menjadi tantangan utama pembangunan daerah sekarang ini. Karena itu, DIY melalui program-program strategisnya, harus mampu memberikan result yang memenuhi harapan. Semua program kegiatan harus dilaksanakan secara efektif, dengan berpegang pada nilai-nilai integritas yang tinggi. Demikian disampaikan Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X, dalam momen Rapat Koordinasi Pengendalian (Rakordal) Pembangunan Daerah Triwulan I Tahun 2017 di Borobudur Hall Hotel Inna Garuda Yogyakarta, Rabu (19/4) siang.

 

Lebih lanjut, Sultan juga kembali meneguhkan komitmen Pemda DIY untuk terus mengedepankan azas akuntabilitas. sebagaimana pelaksanaan Rakordal  yang dilaksanakan secara terbuka kali ini, menurut Sultan juga merupakan bentuk komitmen Pemda DIY dalam memberikan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.

 

Ada beberapa poin penting yang disampaikan Sultan kepada peserta Rakordal, di antaranya:

  1. Secara berjenjang, Kepala SKPD diharapkan terus melakukan pemantauan pelaksanaan kegiatan melalui sistem yang sudah terbangun;
  2. Segera melakukan percepatan pelaksanaan proses pengadaan barang dan jasa, mengingat saat ini sudah memasuki Triwulan II;
  3. Khusus untuk Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, yang menunjukkan kinerja yang belum optimal selama Triwulan I, diharapkan untuk segera mendelegasikan kewenangan dalam hal pengelolaan anggaran, terkait dengan bertambahnya Unit Pelaksana Teknis;
  4. Untuk pelaksanaan kegiatan yang bersumber dari Dana Keistimewaan yang dirasa perlu dioptimalkan sampai dengan Triwulan I, dapat langsung dijalankan secara berkualitas, mengacu pada tata kala waktu yang ada;
  5. Dukungan Pemerintah Kabupaten/Kota menjadi sangat penting untuk dapat menyerap alokasi dana keistimewaan, termasuk perlunya dukungan dari SKPD teknis di Kabupaten/Kota dalam mendukung sistem pemantauan rencana operasional pelaksanaan kegiatan yang sudah terbangun;
  6. Perlunya konsolidasi kembali secara intensif dengan Pemerintah, terkait dengan pencairan Dana Alokasi Khusus, sehingga tidak akan membebani performa kinerja keuangan, melalui langkah-langkah taktis yang perlu segera diambil.

 

Di akhir arahannya, Sultan juga kembali mengingatkan bahwa tahun 2017 ini merupakan tahun terakhir dalam pelaksanaan Perencanaan Jangka Menengah 2012-2017. “Kualitas pelaksanaan pembangunan pada tahun ini diharapkan dapat menjadi evaluasi bagi Rencana Pembangunan Jangka Menengah selanjutnya”, pungkasnya.

 

Sementara itu dalam laporannya, Kepala Bappeda DIY Drs. Tavip Agus Rayanto, MSi. secara detail memaparkan hasil realisasi APBD DIY Triwulan I, berikut capaian kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Pada triwulan pertama ini, progres fisik kinerja Pemda DIY berada di angka 18% dari target 22%, dengan realisasi keuangan 11.12% dari target 16.30%. Sementara, jika dilihat dari sisi kinerja fisik program/kegiatan, realisasinya sebesar 22% dari target 24%, dengan realisasi keuangan 11% dari target 18%. Adanya deviasi dari sisi keuangan, disebabkan oleh beberapa faktor, seperti mundurnya pelaksanaan kegiatan, keterlambatan SPJ, kendala dalam pencairan dana kegiatan yang bersumber dari DAK Fisik, serta kesalahan dalam alokasi anggaran kas. Selain itu, deviasi keuangan juga berasal dari sisa pengadaan/lelang.

 

Adapun OPD yang meraih capaian kinerja terbaik pada triwulan ini adalah Inspektorat DIY (Eselon II) dan KPPD Kota Yogyakarta (Eselon III).

 

Rakordal Pembangunan Daerah Triwulan I dikemas bersamaan dengan Dialog Interaktif bertema “Sharing Partnership sebagai Jalan untuk Meningkatkan Akuntabilitas Pemerintah Daerah”. Hadir pada kesempatan tersebut Bupati/Walikota se-DIY, Kepala SKPD dan pejabat di lingkungan Pemda DIY, Kepala Bank Indonesia Perwakilan DIY, Direktur British Standards Institution, serta Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, SPd. SS. MSi. yang sekaligus hadir sebagai narasumber dialog. (rn)

 

TIM HUMAS DIY

 

KOMENTAR

Belum ada komentar dalam artikel ini

Anda Harus Login untuk memberikan komentar

LOGIN USER | DAFTAR BARU

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Pemerintah Daerah DIY dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Pemerintah Daerah DIY akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

FILTER & PENCARIAN