JIFFINA 2017 Resmi Di-launching oleh Gubernur DIY

Tanggal Rilis :
Kamis, 29 Desember 2016
Penulis Artikel :
Sukarmi
Fotografer :
Arif Lukman Hakim
Lokasi :
Ballroom Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta

Yogyakarta (29/12/2016) jogjaprov.co.id – JIFFINA (JOGJA  INTERNATIONAL  FURNITURE & CRAFT FAIR) Jawa – Bali kembali hadir untuk tahun keduanya, dengan tetap memilih Yogyakarta sebagai venue acara. Sebagaimana disampaikan Endro Wardoyo selaku Ketua Panitia JIFFINA 2017, Yogyakarta merupakan destinasi wisata terpopuler setelah Bali. Penyelenggaraan JIFFINA kali ini juga menjadi salah satu bentuk kesiapan sebelum beroperasinya bandara internasional di Kulon Progo. Endro menyimpan harapan besar, agar ke depannya orang-oeang datang ke Yogyakarta tidak hanya untuk melancong, tetapi juga untuk berbisnis.

Pagelaran JIFFINA 2017 akan dilaksanakan pada tanggal dan bulan yang sama seperti penyelenggaraan di tahun pertama, yaitu pada tanggal 13 – 16 Maret 2017, dengan menggandeng PT. Strategic Global sebagai event organizer, serta didukung oleh Asosiasi Pengusaha Mebel Indonesia (ASMINDO) dan DPD Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI).

Launching JIFFINA 2017 oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dilaksanakan di Ballroom Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta, Selasa (27/12) malam. Adapun tema yang diangkat pada perhelatan kali ini adalah “Indonesia Original Furniture & Craft Resources”.

Pada malam itu, Gubernur DIY menyampaikan bahwa perluasan pasar dalam rangka pemasaran produk perlu dikembangkan ke negara-negara Barat. Dengan harapan, produk lokal yang telah di produksi bisa dikenal oleh masyarakat internasional. “Perluasan pasar perlu dikembangkan ke negara-negara Barat seperti Spanyol, Turki, India, Rusia, Amerika Latin dan Eropa Timur, agar produk lokal yang telah dibuat bisa mendunia dan dikenal oleh negara-negara Barat”, tuturnya.

Ditambahkan oleh Sultan, bahwa dalam hal produksi dan pengembangan bisnis furniture, Yogyakarta merupakan salah satu kota di Indonesia yang sangat mendukung dari segi bahan baku dan kemampuan SDM

Sebelumnya David R. Wijaya selaku perwakilan dari ASMINDO, menyampaikan bahwa dengan perkembangan industri mebel yang sangat meningkat dewasa ini, masyarakat khususnya kalangan pengusaha mebel, tidak boleh lupa dengan tantangan yang akan dihadapi ke depannya. “Tantangan besar akan kita hadapi, yaitu dengan adanya MEA. Kita harus bisa mengembangkan desain, teknologi, inovasi dan kreativitas agar bisa bersaing dengan produk luar. Dan bisa menarik perhatian dari pihak luar dengan produk lokal yang bagus tentunya”, sebut David.

Launching JIFFINA 2017 dilanjutkan dengan presentasi dan forum tanya jawab terkait pelaksanaan event oleh Robert Wijaya dari PT. Strategic Global, dengan moderator Yuli Sugianto selaku perwakilan panitia. /***

KOMENTAR

Belum ada komentar dalam artikel ini

Anda Harus Login untuk memberikan komentar

LOGIN USER | DAFTAR BARU

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Pemerintah Daerah DIY dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Pemerintah Daerah DIY akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

FILTER & PENCARIAN