Penyempurnaan Tata Kelola Kehumasan Jadi Fokus FGD Humas DIY

Tanggal Rilis :
Rabu, 19 Oktober 2016
Penulis Artikel :
sukarmi
Fotografer :
Doni
Lokasi :
Gedung Unit IX Kepatihan

YOGYAKARTA.(19/09/2016).jogjaprov.go.id – Rabu pagi (19/09) telah dilaksanakan acara Focus Group Discussion (FGD) Grand Design Kehumasan. Bertempat di Ruang Rapat Unit 9 Komplek Kepatihan Yogyakarta, acara FGD ini diikuti oleh 90 peserta dari Humas Kabupaten/Kota se-DIY dan Perwakilan SKPD dalam lingkup Pemda DIY.

Ir. Rony Primanto Hari, MT selaku Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika DIY menyampaikan sambutan sekaligus membuka secara resmi acara FGD. “Saya memandang positif acara Focus Group Discussion Grand Design Kehumasan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi perbaikan dalam perkembangan humas pemerintah kedepannya yang meliputi sistem tata kelola, konten media maupun kelembagaan”.

Drs. Ahmad Muntaha, M.Si selaku Dosen Akindo Yogyakarta, menuturkan “Tujuan Grand Design adalah merumuskan tata kelola yang baik dan mempunyai standar. Tata kelola kehumasan yang baik bisa mengacu pada beberapa kaidah dan pertimbangan terkait dengan hal pokok dan adanya Standar Operating Prosedur (SOP).

Dr. Gendro Wiyono, SIP.MM selaku Ketua Jurusan Magister Manajemen UST Yogyakarta, menjelaskan hasil survei yang dilakukan oleh Bidang Humas dengan stakeholder tentang konten media masih perlu mendapatkan perhatian. Hal tersebut karena masih banyak masyarakat yang belum sepenuhnya mengetahui tentang kebijakan termasuk keistimewaan dari Pemda DIY. 

“Sudah saatnya Humas merancang dan memiliki media sosial yang terus di-update sesuai perkembangan jaman, meliputi Facebook, Twitter, Instagram dan Youtube”, tambah Gendro.

Hal serupa juga disampaikan oleh M. Arief Budiman, SSn selaku Budayawan. Arief berharap, agar humas memperbaiki tata kelola organisasi untuk menghubungkan humas dengan stakeholder. Selain itu juga membuat materi komunikasi terintegrasi menyangkut Keistimewaan Yogyakarta untuk dikomunikasikan secara massive pada masyarakat dan stakeholder. Sehingga Konsep Keistimewaan Yogyakarta bisa terimplementasi nyata, bukan hanya slogan tanpa nyawa.

Acara dilanjutkan dengan diskusi tanya jawab, penutup dan Ishoma (mrt)

 HUMAS DIY

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KOMENTAR

Belum ada komentar dalam artikel ini

Anda Harus Login untuk memberikan komentar

LOGIN USER | DAFTAR BARU

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Pemerintah Daerah DIY dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Pemerintah Daerah DIY akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

FILTER & PENCARIAN