Sertifikat Profesi Diperlukan Untuk Masa Depan Yang Lebih Baik

Selasa, 20 Desember 2016

Yogyakarta (20/12/2017) jogjaprov.go.id – Nuansa Publik bahwa Yogyakarta merupakan kota Budaya yang menghargai seni, khususnya seni Kontemporer hendaknya bisa diwujudkan  seperti misalnya bagaimana bisa berkesenian dengan teknologi. Demikian dikemukakan Gubernur DIY, Sultan Hamengku Buwono X saat menerima  Panitia Peringatan Hari Lahir (ASRI) Fakultas Seni Rupa ke 67  Institut Seni Indonesia Yogyakarta tadi siang di ruang kerjanya Gedong Willis Kepatihan Yogyakarta, Selasa (20/12).

Bahkan karya-karya seni yang dihasilkan bisa dipajang dj Malioboro bahkan tempat-tempat yang lain seperti selatan Benteng Vredeburg, perempatan UGM dan tempat lainnya, tandasnya.

Di sisi lain Gubernur DIY berharap bahwa para seniman yang ada di DIY bisa mempunyai sertifikat Profesi untuk masa depannya yang lebih baik. Hal ini sangat dibutuhkan apalagi bila berkiprah di dunia internasional.

Sementara itu Panitia Harlah ASRI yang Fakultas Seni Rupa ke 67 ISI Yogyakarta, Arinta Agustina mengemukakan tujuan diselenggarakan kegiatan ini adalah untuk menggugah kembali rasa nasionalisme generasi muda lewat perjalanan individu dalam sejarah seni rupa Indonesia. Gerakan ini menurutnya adalah untuk menggugah kembali ingatan kita, utamanya mahasiswa sebagai asset bangsa dengan menengok kembali sejarah dan perjalanan ASRI hingga menjadi FSR ISI Yogyakarta. Tepat kiranya tema kegiatan ini diberi tajuk : Jasmerah : Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah”.

Pada kesempatan yang sama Dekan Fakultas Seni Rupa, Sutopo Suastiwi mengharapkan Gubernur DIY untuk hadir pada kesempatan Harlah tersebut pada tanggal 15 Februari 2017 yang akan datang untuk membuka pameran serentak 7 prodi yang ada di ISI. Pameran tersebut merupakan pameran yang humanis antara generasi muda dansebelumnya. Selain itu kegiatan ini akan diwarnai pula dengan adanya penganugerahan penghargaan kepada tokoh seni rupa dan peluncuran buku sejarah Seni Rupa Indonesia. (teb)

HUMAS DIY

KOMENTAR

Belum ada komentar dalam artikel ini

Anda Harus Login untuk memberikan komentar

LOGIN USER | DAFTAR BARU

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Pemerintah Daerah DIY dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Pemerintah Daerah DIY akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

FILTER & PENCARIAN