Terkait Pembangunan DIY 2018, Sultan Beri Arahan kepada Pimpinan OPD

Tanggal Rilis :
Jumat, 16 Juni 2017
Penulis Artikel :
Sukarmi
Fotografer :
Karna.S
Lokasi :
nDalem Ageng

YOGYAKARTA (16/06/2017) jogjaprov.go.id – Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X mengundang seluruh Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Daerah DIY dalam rapat koordinasi terbatas, Jumat (16/6) pagi di Ndalem Ageng, Kompleks Kepatihan Yogyakata. Agenda rapat koordinasi tersebut, secara khusus membahas tentang rencana dan kesiapan OPD dalam mendukung empat tematik Pembangunan DIY Tahun 2018: (1) Ketimpangan Wilayah, (2) Kemiskinan dan Ketimpangan Pendapatan, (3) Pembangunan New Yogyakarta International Airport, serta (4) Pembiayaan Pembangunan Melalui Peran Swasta.

 

Dalam arahannya, Sultan menekankan perlunya niat dan kemauan untuk berubah, maju dan mengembangkan kreativitas. Dengan disusunnya tematis pembangunan, sudah tidak ada lagi istilah keroyokan program dan anggaran. Program kegiatan harus dirancang dengan cermat. Bentuk koordinasi antar sektor harus tepat dengan pola penganggaran yang ada. Artinya, skema berpikir kita harus diubah, bagaimana jumlah program dikurangi namun anggaran diperbesar. Dan yang lebih penting, program tersebut harus memiliki implikasi yang besar bagi masyarakat.

 

Tantangan Pemda DIY saat ini semakin rumit. Masyarakat membutuhkan wujud nyata pembangunan, karenanya kita harus pintar dalam menjabarkan program kegiatan. Terlebih sekarang ini segala hal telah diukur dengan “standard”. Dalam konteks ini, apakah pelayanan yang diberikan DIY sudah memenuhi standard (nasional dan internasional), ataukah belum.

 

Gubernur mengambil contoh berita di salah satu surat kabar hari ini (16/6). Dalam artikel berita tersebut, paguyuban pedagang Malioboro akan menindak tegas para pedagang yang aji mumpung, menaikkan harga dengan seenak hati selama musim liburan. Sultan mengapresiasi hal ini. Sebagai bagian dari kota internasional, DIY sudah seharusnya berubah dan mau menata diri.

 

Selanjutnya, terkait pembangunan Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA), Sultan mengajak seluruh OPD untuk sama-sama memikirkan: Dengan adanya bandara baru tersebut, apakah wisatawan melihat Yogyakarta dari Borobudur, atau melihat Borobudur dari Yogyakarta? Hal ini menjadi penting, karena Pemerintah Pusat melihat kehadiran bandara baru NYIA sebagai pendukung pariwisata Borobudur. Artinya, DIY harus berkompetisi dengan Jawa Tengah dalam menarik wisatawan. Meskipun tujuan utama wisatawan adalah Borobudur, tapi diupayakan mereka stay atau menginap di Yogyakarta. Kaitannya dengan itu, Sultan meminta kepada OPD terkait (Dinas Perhubungan, Dinas Pariwisata, Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Perindustrian dan Perdagangan) untuk memetakan rencana kerja ke depan.

 

Hal penting lain yang disampaikan Sultan adalah mengenai ketimpangan wilayah, kemiskinan, dan ketimpangan pendapatan. Ketiga hal ini disebutnya saling terkait satu sama lain. OPD terkait harus selektif dalam menyusun program, diutamakan yang memiliki implikasi besar bagi pertumbuhan ekonomi. Program tersebut juga harus merupakan program yang benar-benar diperlukan oleh masyarakat. Sehingga masyarakat bisa mengambil manfaat dan meningkatkan kesejahteraannya.

 

Turut mendampingi Gubernur pada acara tersebut Wakil Gubernur DIY Paku Alam X, Pj. Sekretaris Daerah Drs. Sulistyo, SH.CN. Msi. beserta seluruh Asisten Sekda dan Staf Ahli Gubernur.

 

TIM HUMAS DIY

KOMENTAR

Belum ada komentar dalam artikel ini

Anda Harus Login untuk memberikan komentar

LOGIN USER | DAFTAR BARU

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Pemerintah Daerah DIY dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Pemerintah Daerah DIY akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

FILTER & PENCARIAN