Pentas Seni Budaya Oleh Didik Nini thowok

Senin, 08 Desember 2014

YOGYAKARTA (06/12/2014) portal jogjaprov.go,id. Pertunjukan tarian Didik Nini Thowok atau cross gender dances yang bertemakan Reborn International Dance Performances & Seminar, Homage to Sri Sultan Hamengku Buwono X and Yogyakarta, berlangsung pada Hari jumat malam (5/12) di Bangsal Kepatihan Yogyakarta.

Pertunjukan pentas seni ini sebagai bentuk perwujudan terimakasih dan bakti didik nini thowok terhadap pemerintah yogyakarta, juga sebagai perayaan ulang tahun didik nini thowok yang ke 60. Disamping itu dalam tulisannya yang ia tuangkan dalam sebuah buku acara untuk para tamu undangan mengatakan, pentas seni budaya ini merupakan sebuah karya didik nini thowok yang berjudul bedhaya hagoromo dipersembahkan kepada Raja Kraton yogyakarta, sebagai manifestasi capaian proses kreatifnya selama 40 tahun berkarya di dunia cross gender

Pentas seni budaya ''Bedhaya hagoromo'' merupakan karya kolaborasi interkultural antara tari jawa klasik (Didik Nini Thowok) dengan opera klasik Jepang, NOH (Richard Emmert dan Akira Matsuri). Ciri khas dari garapan tari ini adalah pemilihan penari pendukung yang seluruhnya laki – laki, dan kemudian menarikan tarian perempuan (cross gender).

Tujuan diadakan pentas seni budaya ini yakni, meningkatkan pengetahuan dan keterlibatan publik atas wacana cross gender sebagai bagian pengembangan kebudayaan dan menegaskan posisi pelaku cross gender sebagai warga dunia yang setara dengan lainya.

Harapan diadakannya pertunjukan tarian Cross Gender ini supaya publik dan pelaku cross gender yang terlibat dapat membangun dan mendorong diskusi kritis atas kontribusi pelaku cross gender pada dinamika seni pertunjukan dunia, juga membangun dialog antar pelaku Cross Gender untuk memperkuat jaringan kerja kebudayaan nasional dan internasional.

Adapun para pelaku pertnjukan cross gender ini dari berbagai daerah diantaranya Golek Lambangsari dari yogyakarta, lengger lanang dari banyumas, Ronggeng Gengges Jaipong dari Bandung, Tarian Kazuraki dari Jepang, Legong Bapang Saba dari bali, Gandrung Marsan dari Bali.

Turut hadir dalam acara pertunjukan ini GKR Pembayun dan beberapa tamu undangan dari kalangan seniman, praktisi juga instansi pemerintahan DIY ( hbb/skm) 

HUMAS DIY

KOMENTAR

Belum ada komentar dalam artikel ini

Anda Harus Login untuk memberikan komentar

LOGIN USER | DAFTAR BARU

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Pemerintah Daerah DIY dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Pemerintah Daerah DIY akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

FILTER & PENCARIAN