Ribuan Pengunjung Perebutkan Gunungan Garebeg Kraton Yogyakarta Di 3 Tempat

Tanggal Rilis :
Senin, 05 Januari 2015
Penulis Artikel :
Satya Legowo
Fotografer :
Legowo
Lokasi :
Jogja

YOGYAKARTA. (03/01/2015) portal.jogjaprov.go.id. – Puncak Perayaan Pasar Malam Sekaten (PPPMS) Tahun Ehe 1948 / 2015 Masehi, selama sebulan penuh yang dislenggarakan dalam rangka rangkaian Peringatan Kelahiran Nabi Muhammad SAW, Alun-alun Lor Kraton Yogyakarta hari ini (Sabtu Pahing,03/01/2015 ) berakhir dengan ditandai Garebeg/keluarnya 5 gunungan hajad Dalem, yang terdiri dari Gunungan Wadon,  Lanang, Darat, Gepak dan Pawuhan,   yang  mana Gunungan di bawah ke Masjid Gede Kauman, dan satu gunungan di bawa ke Puro Pakualaman, satu gunungan ke Kepatihan /Pemda DIY.

Gunungan lanang yang diarak dari Bangsal Ponconiti Kraton Ngayogjakarta menuju  Pemda DIY di Kepatihan, yang di gotong oleh para abdidalem Narakaryo yang diawali oleh 2 ekor gajah dari Gembiro loko, serta di iringi bregodo prajurit Bugis, dan abdidalem Asifat Bupati.

 

Sekretaris Daerah DIY, Drs.H.Ichsanuri atas Nama Pemerintah DIY, setelah menerima penyerahan gunungan dari utusan Kraton Yogyakarta yang diwakili oleh KRT Rinto Isworo menyatakan puji syukur dan terima kasihnya kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan barokhah kesehatan, dan keselamatan sehingga, dapat menerima hajad Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono  X, yang berupa gunungan garebeg Maulid Nabi  Tahun Ehe 1948 ini.

 

Disamping itu lebih lanjut Sekda DIY Drs.H.Ichsanuri, yang didamping Asisten Pemerintahan Sekda DIY Drs.Sulistyo.SH.CN.M.Si. dan Para Pejabat Eselon II dan III di Lingkungan Pemda DIY mengatakan “ Awit paring Dalem salam taklim saha paring Dalem Pareden, manira matursembah nuwun konjuk Ngarsa Dalem Ingkang Sinuwun Kanjeng Sultan Hamengku Buwono ingkang jumeneng kaping X ing Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat ugi tansah hamemuji mugi sampeyan Dalem, Garwo Dalem, Para Putra /Putri Dalem, para Sadherek Dalem, para Sentana Dalem, Praja Dalem, sarta dhumateng para kawula Dalem, mugi tansah sinongsong panjenengan Dalem Allah manggih kasarasan, kawilujengan, panjanga yuswa Dalem, raharja kalis saking rubeda saha tinebihna sak kathahing sambikala.

 

Gunungan seusai dibacakan doa yang dimpimpin Drs.Achmad Sidqi.M.Ag selanjutnya Sekda DIY Drs.H.Ichsanuri mengambil secara simbolis gunungan yang terbuat dari hasil bumi tanah Yogyakarta, dan selanjutnya diberikan kepada pejabat Eselon II yang ditunjuk dan kemudian diikuti para pejabat Eselon II dan III yang dimulai dari Asisten, Kepala Dinas, Kepala Biro, Kepala Badan, Kepala Kantor di Lingkungan Pemda DIY, kemudian   Gunungan dibawa kedepan Masjid Sulthoni, Kompleks Kepatihan untuk diperbutkan  warga masyararakat yang telah menunggu sejak pukul 09.00 WIB.  dan dengan hitungan detik gunungan yang terbuat dari hasil-hasil pertanian tersebut habis  diperebutkan.

 

Sementara itu,pada waktu yang sama, Sultan Hamengku Buwono X, juga memberikan Hajad Dalem Pareden (Gunungan) lanang ke Kadipaten Puro Pakualaman Yogyakarta, yang dibawa dari Kagungan Dalem Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat dengan dipikul oleh abdi dalem Narakaryo, dan diiringi 2 ekor gajah milik Kebun Binatang Gembiraloka serta 2 bergodo Prajurit Lombok Abang dan Plangkir menyusuri Jln Trikora, Jln.P. Senopati, Jln.Sultan Agung menuju  Halaman Puro Pakualaman, Yogyakarta.

 

Hajad dalem tersebut diserahkan oleh utusan Sultan Hamengku Buwono  X, KRT. Wijoyo Pamungkas.SE dan diterima oleh Ir. KRT Projo Anggono. mewakili Kadipaten Pakualaman yang didampingi KBPH Prabu Suryodilogo serta kerabat Puro Pakualaman Yogyakarta selanjutnya setelah didoakan oleh abdi dalem Suronggonno. Kemudian gunungan di bawa ke Alun-alun Sewendanan Puro Pakualamam untuk diperebutkan kepada masyarakat yang hadir.

 

Di Kadipaten Puro Pakulaman turut hadir menyambut garebeg Maulid Nabi diantaranya para  kerabat Puro Pakualaman dan undangan.(Tim Liputan Humas DIY)


HUMAS DIY

         

         

KOMENTAR

Belum ada komentar dalam artikel ini

Anda Harus Login untuk memberikan komentar

LOGIN USER | DAFTAR BARU

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Pemerintah Daerah DIY dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Pemerintah Daerah DIY akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

FILTER & PENCARIAN