Gubernur DIY Awali Penyalaan Lilin dalam Natal Bersama

Tanggal Rilis :
Jumat, 06 Januari 2017
Penulis Artikel :
Sukarmi
Fotografer :
Wijang
Lokasi :

YOGYAKARTA (6/1/2017) jogjaprov.go.id – Natal bagi umat Kristiani seluruh bumi dirayakan dengan gegap gempita, dengan berbagai pernak-pernik yang terpampang di pusat-pusat perbelanjaan, rumah-rumah, hingga Gereja, hingga menjalar di sosial media seakan berpesan mereka juga hadir dalam menunaikan ibadat Natal, tetapi bukankah beribadat itu urusan antara manusia dan Sang Pencipta, kenapa mesti dipamerkan pada khalayak, namun itulah fakta bagi mereka dalam euphoria Nalal, demikian sambutan Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X pada Perayaan Natal Bersama Keluarga Besar PNS, TNI, POLRI, BUMN, BUMD Daerah Istimewa Yogyakarta, di Bangsal Kepatihan Yogyakarta Kamis (5/1) malam.

Lebih lanjut Sultan HB X mengkatakan Natal dan Tahun Baru adalah saat yang tepat untuk berbagi kebahagiaan dengan sesama, hingga kegembiraan bisa membawa kelegaan hati dan terang bagi jalan hidup.

Agama sebelum negara hadir, menuntut agar kerukunan umat dipelihara, karena salah, bahkan dosa bila hal itu dikorbankan atas nama agama, itulah dosa bila kesucian akidah ternodai oleh atas nama kerukunan, teks keagamaan yang berkaitan dengan akidah sangat jelas dan rinci, itu semua untuk menghindari kerancuan dan kesalah pahaman.

“Memang banyak persoalan yang berkaitan dengan kehidupan Isa Al-Masih yang dijelaskan oleh sejarah atau agama yang disepakati, hingga harus diterima, tetapi ada juga yang tidak dibenarkan atau diperselisihkan, karenanya disinilah kita harus berhenti, lalu merujuk kepercayaan kita masing-masing” tambah Sultan.

Isa alaihi salam datang membawa kasih, Muhammad shallalahu' alaihi wassalam datang membawa rahmat, keduanya menjaga nilai-nilai kemanusiaan, Isa menunjuk dirinya “anak manusia’’ sedang Muhammad diperintahkan oleh Allah untuk berkata “Aku manusia seperti kamu” keduanya datang membebaskan manusia dari kemiskinan ruhani, kebodohan, dan belenggu penindasan,

“Bukankah ini merupakan titik temu antara Muhammad dan Al-Masih, bukankah ini sebagian dari kandungan kata sepakat yang ditawarkan Al-Quran kepada penganut Kristiani” tanya Sultan.

Kalau demikian apa salahnya mengucapkan Selamat Natal selama akidah masih dipelihara dan ucapan itu sejalan dengan apa yang dimaksud oleh Al-Quran sendiri yang telah mengabadikan selamat natal itu, itulah antara lain alasan yang membenarkan seorang muslim mengucapkan selamat natal atau menghadiri upacara Natal yang bukan ritual.

“Tidak kelirulah fatwa dan larangan itu, bila ditujukan kepada mereka yang dikawatirkan ternodai akidahnya, tetapi juga tidak salah yang membolehkannya, selama pengucapannya bersikap arif dan tetap terpelihara akidahnya, lebih-lebih jika hal tersebut merupakan tuntunan keharmonisan hubungan sosial dalam masyarakat, itulah penjelasan Dr.Quraish Shihab yang saya kutip untuk mendudukan hubungan Islam-Kristen secara proporsional dalam wawasan yang lebih luas” pungkasnya.

Sementara Ketua Panitia Natal Bersama Keluarga Besar PNS, TNI, POLRI, BUMN, BUMD Daerah Istimewa Yogyakarta Drs. YB. Jarot Budi Raharjo melaporkan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan dalam memperingati Natal bersama ini diantaranya Sarasehan Pembinaan Iman yang bertempat di Polda DIY dan di Pusdiklat Kemendagri Regional Yogyakarta, aksi anjang kasih di Panti Asuhan Bina Putra Bantul dan Panti Asuhan Santo Thomas Ngawen Gunungkidul.

Dalam Perayaan Natal Bersama ini diawali dengan penyalaan lilin oleh Gubernur DIY, Forkompimda DIY Plus, Romo Vikep dan PGI, Hikmah Natal oleh Romo Suyatno, Pr, Kesan Natal oleh Ketua MUI yang sekaligus Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) DIY KH.Abulrahman Thoha, dan doa Safaat disampaikan oleh Pendeta Bambang Subagyo.

Hadir dalam acara ini Jajaran Forkompimda Plus, Ketua Kevikepan Yogyakarta, Ketua PGI Yogyakarta. Dilanjutkan denga beberapa hiburan diantaranya,  penyanyi anak dari SD Marsudirini, G-Worship, PS Chatolic Choir, VG Djawilem, dan diakiri dengan sendratari dari siswa SMKI Yogyakarta dengan cerita Manembah Sabda Suci. (ip)

 

 

HUMAS DIY.

KOMENTAR

Belum ada komentar dalam artikel ini

Anda Harus Login untuk memberikan komentar

LOGIN USER | DAFTAR BARU

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Pemerintah Daerah DIY dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Pemerintah Daerah DIY akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

FILTER & PENCARIAN