Gubernur DIY Bacakan Ikrar Pengukuhan DPP IKAPAKARTI Kaltim

Tanggal Rilis :
Minggu, 08 Januari 2017
Penulis Artikel :
Sukarmi
Fotografer :
Ipung
Lokasi :
Stadion Madya Sempaja

SAMARINDA (8/1/2017) jogjaprov.go.id – Kalimantan Timur memiliki peradaban tertua di Indonesia sejak berdirinya Kerajaan Mulawarman di abad ke-IV,  tiga abad sebelum Mataram Kuno berdiri, momentum ini dapat dimaknai sebagai bertemunya dua peradaban lama tersebut, yang diharapkan dapat melahirkan peradaban baru Indonesia yang berkualitas, kalau Kalimantan mempunyai filosofi “Ruhui Rahayu” DIY memiliki filosofi serupa “Hamemayu-Hayuning Bawana” yaitu masyarakat bahagia, adil dan makmur, aman, tenteram  yang diridhoi Allah SWT, yang tetap menjaga harmoni hubungan antar manusia, alam semesta, dan manusia dengan Tuhannya, demikian sambutan Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X pada pengukuhan DPP IKAPAKARTI (Ikatan Paguyuban Keluarga Tanah Jawi) periode 2016-2020 sekaligus membacakan Ikrar, dan menyerahkan pataka kepada yang diterima Ketua DPP di  GOR Stadion Madya  Sempaja Samarinda Kalimantan Timur, Sabtu (7/1) malam. 

Lebih lanjut dikatakan artinya Ikapakarti berdiri tegak pada dua filosofi sebagai platform budaya, yang diharapkan menghasilkan outcome yang bernilai tambah, diawal-awal otonomi daerah muncul gejala mendahulukan putra daerah dalam menduduki jabatan-jabatan publik di daerah sepanjang tidak menjurus pada semangat etno-sentrisme sempit, hal tersebut dipandang wajar.

Sejarah menunjukan proses integrasi dalam sejarah berbagai budaya dan bangsa adalah keniscayaan dalam sejarah Nusantara yang mempunyai sisi baik dan buruk, filososfi yang baik tidak merasa inferior tetapi juga tidak superior.

“Jika pluralitas budaya menjadi serat-serat yang saling menguatkan hubungan Islam-Kristen dan Melayu-Cina, maka resiprokalitas budaya yang kaya akan tercipta, hingga bukan hanya hidup bersama secara lebih rukun dengan kepekaan akan hak kewajiban individual sosial” tambahnya.

Pemahaman terhadap satu perilaku simbolik sangat penting untuk mengantisipasi terjadinya kesalah pahaman dalam interaksi soasial, setiap orang maupun kelompok masyarakat dan kebudayaan harus menghindari etnosentrisme yang dapat menimbulkan ketegangan sosial.

“Sunan Kalijaga berpesan “Anglaras playuning banyu, ngeli ning aja keli” dalam mensiasati arus perubahan  besar harus dilandasi hati yang bersih dan dengan cara hati-hati, mengikuti tapi tidak menyerah dan tenggelam ditelan pusaran air” pesanya.

Sementara Gubernur Kalimantan Timur Dr. H. Awang faroek Ishak, MM. M.Si berharap Ikapakarti untuk dapat berperan serta memajukan pembangunan Kalimantan Timur, dengan tidak melihat suku, agama, serta dapat berperan serta untuk menciptakan lapangan pekerjaan sehingga tidak ada lagi pengangguran di Kaltim, bahkan Gubernur siap menerima orang-orang jawa untuk tinggal di Kaltim, namun juga nantinya kalau sukses tetap harus tinggal di Kaltim untuk  turut berperan dalam segala bidang demi Kaltim, sekaligus mengukuhkan pengurus Ikapakarti periode tahun 2016-2020.

Ketua DPP Ikapakarti yang baru dikukuhkan Dr. Ir. H. Rusmadi, MS mengatakan, Ipakarti siap mengayomi dan mengabdikan diri bagi warga keturunan jawa di Kaltim, serta akan menjalankan roda organisasi dengan semangat dan nilai luhur yang telah dibangun oleh para pendiri Ikapakarti 13 tahun yang lalu, organisasi ini bersifat independen kemasyarakandan tidak terkait dengan partai politik, netral yang menjunjung tinggi harkat dan martabat warga keturunan tanah jawa kususnya dan Kaltim pada umumnya.

Ikapakarti harus hadir sebagai perekat paguyuban kedaerahan tanah jawa yang ada di Kaltim, yang saat ini berjumlah 38 paguyuban mulai dari Brebes hingga Banyuwangi.

Hadir dalam dalam pengukuhan DPP Ikapakarti ini Wakil Ketua DPD RI GKR Hemas, Jajaran Forkompimda Kaltim, Walikota, Pimpinan Partai Politik, serta tokoh-tokoh masyarakat, dilanjutkan dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk yang dipentaskan oleh dalang Ki Entus Susmono, yang sebelumnya diserahkan tokoh wayang Batara Kresna oleh Awang Faroek kepada Entus, yang juga menjabat sebagai Bupati Tegal, dengan lakon Lahire Bimo Seno.  (ip)

HUMAS DIY

 

 

 

KOMENTAR

Belum ada komentar dalam artikel ini

Anda Harus Login untuk memberikan komentar

LOGIN USER | DAFTAR BARU

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Pemerintah Daerah DIY dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Pemerintah Daerah DIY akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

FILTER & PENCARIAN