Gubernur DIY Kunjungi Warga Transmigran Kaltim

Tanggal Rilis :
Minggu, 08 Januari 2017
Penulis Artikel :
Sukarmi
Fotografer :
Ipung
Lokasi :
Tenggarong Seberang, Kukar, Kaltim

TENGGARONG (8/1/2017) jogjaprov.go.id – "Saya melihat yang hadir di sini tentu sudah bukan lagi generasi transmigrasi, ini pasti sudah keturunan-keturunannya, dan lahir ditempat ini, dan jelas sudah sejahtera ini dapat dilihat dengan asesoris yang dikenakan, menunjukan sudah sejahtera, sebenarnya yang terjadi dalam transmigrasi itu akan dinikmati oleh putra-putrinya, karena orang tuanya menjadi orang yang mempunyai motivasi sejahtera untuk keturunannya." demikan sambutan Gubernur DIY, Sultan Hamengku Buwono X, bersama GKR Hemas dalam Kunjungan Silaturahmi dengan warga Ex Transmigran yang berasal dari DIY di Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Kalimantan Timur, Minggu (8/1).

Sebagai orang transmigran tentu tidak akan kembali kedaerah asal, karena memang sudah tidak kenal, dan asing diwilayah baru, tetapi yang penting semakin sejahtera dalam kehidupan bagi putra-putrinya, merupakan cita-cita bagi setiap orang tua, perlu diberikan motivasi bekerja dengan baik.

“Semakin orang banyak duit dengan bekerja keras itu jangan dihabiskan di Jawa, tetapi di Kaltim saja, karena pertumbuhan ekonomi satu wilayah partisipasi investasi termasuk investasi warga masyarakat sendiri, sehingga pertumbuhan ekonomi Kaltim semakin tinggi” pesan Sultan.

Profesi apapun yang dilakukan dari pekerjaan itu, dengan hasil yang cukup menjadikan pengeluaran yang tidak diperhitungkan, karenanya perlu berhemat, istilah orang jawa itu “cethil” bukan dalam arti tidak mau membantu sesama, tetapi semuanya harus ada perhitungannya.

Kepala Dinas Tenaga  Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Timur H. Fathul Halim, M.Si melaporkan warga Ex Transmigrasi, selama kurun waktu 62 tahun, sejak 1954 – sekarang di Kukar berjumlah sekitar 80.400 lebih Kepala Keluarga (KK), sedang yang berada dilokasi ini yang berasal dari Jawa atau DIY yang ditempatkan pada tahun 1980 yang disebut pemukiman transmigrasi L1, L3, L10 sekitar 547 KK dan semakin berkembang selama kurun waktu 35 tahun, dan aktif berinteraksi dengan warga lainya, maupun penduduk setempat dalam membangun bumi Kalimantan ini.

Sementara dalam sambutanya Wakil Bupati Kukar Drs. Edi Darmansyah, M.Si menjelaskan di Kabupaten ini memang terjadi penyebaran penduduk yang tidak merata, sehingga dengan adanya program transmigrasi ini di Tenggarong Seberang pada tahun 1980, dan cukup berhasil.

Perlu diketahui di Kukar ini sudah tdak ada lagi istilah warga transmigrasi, dan semuanya adalah wargai Kutai yang berada di Kabupaten Kukar, dari manapaun sepanjang mereka mampu berkembang dan beranak-pinak serta membangun Kukar itulah warga kami, dan mampu mengelolala kekayaan alam yang ada.

Perlu diketahui perekonomian disini cukup berhasil indikasinya adalah sudah tidak ada lagi rumah setandar transmigrasi sudah tidak ada lagi, bidang usaha sektor pertanian, perdagangan dan jasa telah berkembang dengan pesat dalam mendukung kemandirian warga.

Sumaryono Tokoh Masyarakat Ex Transmigan dari DIY menjelaskan apa yang dikatakan Bapak-Bapak tadi memang benarnya, dengan adanya interaksi antar warga, tidak lagi terjadi perbedaan, antar pendatang dari mana asalnya, suku apa, agamanya apa.

"Memang di sini tinggal keturunan-keturunannya, hingga yang terjadi hanyalah warga Kukar, bukan lagi suku dari mana-mana dan salah satu cara untuk mengikis isu SARA hanya dengan transmigrasi" katanya mantap.

“Masalah pendidikan dengan dibangunya sekolah-sekolah oleh pemerintah, menjadikan daerah transimigrasi ini rata-rata lulusan SMA, dan terjadi peningkatan ekonomi masyarakat yang luar biasa, sehingga kalau ada orang yang kelaparan itu hanya karena malas saja” pungkasnya.

Hadir Sekda Kaltim yang juga Ketua DPP Ikapakarti, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DIY, Kepala Dinas Kebudayaan DIY, jajaran Forkompimda Kabupaten Kukar, Tokoh Masyarakat, serta warga Trans yang berasal dari DIY. (ip).

HUMAS DIY

KOMENTAR

Belum ada komentar dalam artikel ini

Anda Harus Login untuk memberikan komentar

LOGIN USER | DAFTAR BARU

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Pemerintah Daerah DIY dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Pemerintah Daerah DIY akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

FILTER & PENCARIAN