PAWAI BUDAYA JOGJA ISTIMEWA 2016 “Wayang Jogja Night Carnival”

Tanggal Rilis :
Sabtu, 08 Oktober 2016
Penulis Artikel :
sukarmi
Fotografer :
Norma
Lokasi :

YOGYAKARTA – (08/10/2016) jogjaprov.go.id -Memperingati Hari Ulang Tahun Kota Yogyakarta ke – 260, Pemerintah Kota Yogyakarta menggelar Pawai Budaya Jogja yang bertemakan “Wayang Jogja Night Carnaval”, Jumat (7/10). Pawai tersebut akan mengambil rute dari Jalan Jenderal Soedirman – Tugu Jogja – dan berakhir di Jalan Margo Utomo atau Jalan Mangkubumi. 

Pawai kali ini melibatkan kurang lebih 1200 peserta yang terdiri dari 14 Kecamatan, untuk turun ke jalan melakukan pertunjukan seni. Kecamatan yang mengikuti pawai antara lain adalah Kec. Mergangsan, Kec. Gedongtengen, Kec. Kotagede, Kec. Pakualaman, Kec. Ngampilan, Kec. Umbulharjo, Kec. Danurejan, Kec. Tegal Rejo, Kec. Mantrijeron, Kec. Gondokusuman, Kec. Kraton, Kec. Jetis, Kec. Wirobrajan, dan Kec. Gondomanan. Acara ini berlangsung dari pukul 18.30 WIB dan di mulai dengan sambutan dari Walikota Yogyakarta Drs. H. Haryadi Suyuti. Sri Sultan HB X selaku Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, berkesempatan untuk membuka secara langsung acara tersebut.

Dalam sambutannya, Walikota Yogyakarta mengatakan pemilihan tema tersebut berangkat dari momentum bahwa Hari Ulang Tahun ke – 260 Kota Yogyakarta adalah hajat seluruh warga masyarakat kota Yogyakarta, sehingga peran masyarakat harus senantiasa terwadahi dan muncul dari berbagai bentuk potensi yang berbasis kewilyahan. Tema ini dilandasi oleh filosofi, bahwa wayang adalah narasi yang mengisi kehidupan semesta. Melalui event ini diharapkan dapat membuat Jogja menjadi lebih baik membangun kehidupan dalam keselarasan yang bertujuan untuk kemakmuran bersama.

Gubernur DIY dalam sambutannya menyampaikan “Wayang Jogja Night Carnival merupakan ajang interaksi antar budaya tradisional, khususnya wayang dengan media modern karnaval dalam bentuk street art. Dengan melibatkan para seniman yang menampilkan beberapa tokoh pewayangan dalam ragam gaya. Karnaval ini diharapkan dapat menjadi hiburan spektakuler sekaligus mengokohkan Yogyakarta kota berbudaya dan berperadaban penuh toleransi”.

Maka di adakannya Pawai Budaya Jogja dengan semangat Segoro Amarto Semangat Gotong Royong dapat mewujudkan satu tujuan Yogyakarta berhati nyaman, sekaligus mengeratkan hubungan antara masyarakat, pemerintah maupun  swasta.(ajn)

HUMAS DIY

 

KOMENTAR

Belum ada komentar dalam artikel ini

Anda Harus Login untuk memberikan komentar

LOGIN USER | DAFTAR BARU

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Pemerintah Daerah DIY dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Pemerintah Daerah DIY akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

FILTER & PENCARIAN