Pembukaan Kongres XXI Persatuan Taman Siswa

Selasa, 06 Desember 2016

Yogyakarta (6/12/2016) jogjaprov.go.id-Kongres XXI Persatuan Taman Siswa dengan mengambil     tema “Revitalisasi Taman Siswa Mensukseskan Revolusi Mental, Menghasilkan Generasi Emas Indonesia Yang Berpekerti Luhur.” Konggres XXI dilaksanakan pada hari selasa, ( 06/12 ) di Pendopo Agung Taman Siswa.

Gubernur Sri Sultan Hemengku Buwono X menyampaikan bahwa “perlu disertaireformasi pendidikan yang berbasis pada prinsip jiwa yang merdeka. Selain itu, pendidikan haruslah merujuk pada watak bangsa yang pandai, jujur, berdisiplin, serta punya rasa kehormatan diri”.Dengan generasi yang mempunyai watak jujur, dislipin, kedepan Indonesia akan lebih maju, karena memiliki generasi penerus bangsa yang mempunyai  budipekerti luhur.

Puan Maharani mengungkapkan rasa Bangganya, karena ia sebagai cucu dari Bung Karno bisa ikut menikmati apa yang telah diberikan Beliau terhadap Taman Siswa. Selain itu, dalam sambutannya ia menyampaikan “ ajaran pendidikan Ki Hajar Dewantoro yaitu trilogi pendidikan yang populer dimasyarakat, ing ngarso sung tuladha, ing madya mangun karso, dan Tut Wuri Handayani”sebagai landasan pendidikan di Indonesia.

Dalam sambutannya Prof. Dr. Sri Edi Swasono mengatakan “bahwa Taman Siswa telah memberi kesempatan kepada rakyat untuk mencerdaskan kehidupan Rakyat Indonesia serta Taman Siswa perlu dukungan serta  tambahan perhatian dari pemerintah”.

Harapan dari adanya Kongres XXI Persatuan Taman Siswa ini dapat meningkatkan pendidikan dan derajat bangsa sederajat dengan bangsa-bangsa lainnya. Disamping itu, ketua umum majelis luhur persatuan Taman Siswa juga berharap dapat mendirikan Taman Siswa di Papua  (sc/dew)

HUMAS DIY

 

KOMENTAR

Belum ada komentar dalam artikel ini

Anda Harus Login untuk memberikan komentar

LOGIN USER | DAFTAR BARU

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Pemerintah Daerah DIY dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Pemerintah Daerah DIY akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

FILTER & PENCARIAN