Peringatan Hapsak Untuk Memantapkan Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa

Tanggal Rilis :
Minggu, 02 Oktober 2016
Penulis Artikel :
sukarmi
Fotografer :
Siswanto
Lokasi :

YOGYAKARTA. (1/10/2016). Jogjaprov.go.id –  1 Oktober selalu mengingatkan rakyat Indonesia tentang suatu peristiwa. Yaitu pembunuhan keji terhadap beberapa jenderal besar negeri ini dan upaya untuk mengganti ideologi Pancasila dengan ideologi Komunis.

Jika di Jakarta, untuk memperingati peristiwa ini, selalu diadakan upacara Hari Kesaktian Pancasila selalu yang dipusatkan di Monumen Pancasila Sakti Lubang Buaya.

Maka di Yogyakarta,upacara Hari Kesaktian Pancasila dipusatkan di Monumen Pancasila Sakti Kentungan Sleman. Karena ditempat ini ditemukan jenazah (alm) Brigjen Katamso dan (alm) Kolonel Sugiyono.

Menurut sejarah, Brigjen Katamso kala itu menjabat sebagai Komandan Korem 072 Pamungkas. Sebagai Komandan Teritorial, Katamso aktif membina dan memberikan latihan kepada Resimen Mahasiswa (Menwa) untuk mengantisipasi ancaman PKI yang saat itu sedang berupaya melakukan perebutan kekuasaan dan mengganti ideologi Pancasila menjadi ideologi Komunis.

Ketika RRI Jakarta yang telah dikuasai PKI mengumumkan terbentuknya Dewan Revolusi, Katamso pun diminta untuk bergabung kedalamnya. Tetapi beliau bersikukuh untuk tetap mendukung Presiden Sukarno dan menolak ajakan tersebut. Karena dianggap sebagai ancaman maka pada 2 Oktober 1965 beliau dan stafnya (Kol. Sugiyono) pun diculik dan dibunuh. Kemudian jenazahnya ditemukan di lubang yang berbeda dan lokasi ditemukannya lubang tersebut dijadikan Monumen Pancasila Sakti  Kentungan.

Pada upacara yang berlangsung singkat tadi (1/10), bertindak sebagai Inspektur Upacara, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X. Kemudian Ketua DPRD DIY bertugas membacakan naskah ikrar. Sementara UUD 1945 dibacakan oleh Arif Kurniadi, salah satu peserta Paskibraka DIY. 

Yang bertugas sebagai komandan upacara yaitu AKBP Hadi Sutomo, SH MH. Pelaksanaan upacara diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh perwakilan dari Kanwil Kementrian Agama.

Upacara berlangsung khidmat, dengan diikuti oleh peserta yang diantaranya berasal dari Polda DIY, Korem 072 Pamungkas, Lanal Yogya, Lanud Adisucipto, PNS, mahasiswa, pelajar, karangtaruna. Selain itu juga dihadiri oleh anggota Forkopimda DIY, dan segenap tamu undangan lain.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X ketika dimintai tanggapan sesuai memimpin upacara menyatakan, bahwa hakikat peringatan Hari Kesaktian Pancasila ini harus dijadikan sebagai momentum untuk memantapkan Pancasila sebagai ideologi dan sumber hukum bangsa. Sehingga kita mampu mengatasi semua masalah tanpa harus mengganti ideologi.

Seusai upacara, Gubernur DIY dan segenap tamu undangan, dipandu oleh Drs. Junaedi, selaku Kepala Seksi K3KS, Dinsos DIY untuk meninjau lokasi lubang ditemukannya jenazah kedua pahlawan revolusi tersebut. Kemudian diberikan penjelasan tentang relief-relief yang ada di sekitar tempat tersebut, replika kendaraan yang dipakai untuk menculik dan mengangkut jenazah keduanya. Terakhir adalah meninjau museum yang berisi foto-foto dan benda peninggalan yang berhubungan dengan peristiwa pembunuhan.

Acara diakhiri dengan ramah tamah.(nier)

HUMAS DIY.

 

 

 

 

KOMENTAR

Belum ada komentar dalam artikel ini

Anda Harus Login untuk memberikan komentar

LOGIN USER | DAFTAR BARU

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Pemerintah Daerah DIY dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Pemerintah Daerah DIY akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

FILTER & PENCARIAN