Program Disdikpora, Nilai-nilai Budaya untuk Landasi Mental Anak Didik

Tanggal Rilis :
Kamis, 16 Februari 2017
Penulis Artikel :
Sukarmi
Lokasi :

YOGYAKARTA.(16/02/2017).jogjaprov.go.id – Pengenalan dan pendalaman nilai-nilai budaya kepada masyarakat khususnya para anak didik, sangat perlu dilakukan supaya dalam segala perilakunya dilandasi dengan budaya adiluhung yang dimiliki. Sehingga perilaku yang menyimpang dari norma-norma akan bisa terhindari.

Mengingat pentingnya hal tersebut untuk disampaikan, pada Selasa (14/02) Dinas Komunikasi dan Informatika DIY, Cq Bidang Humas menyelenggarakan kegiatan Talk show yang dikemas dalam acara Bincang Hari Ini, JOGJA GUMREGAH.

Talk Show dengan topik Revolusi Mental Anak Didik Dilandasi Nilai-nilai Budaya ini dihadiri oleh Kepala Bidang Pendidikan Menengah dan Perguruan Tinggi Disdikpora DIY, Dra. Triana Purnamawati, MM selaku narasumber. Dalam acara tersebut beliau menjelaskan bahwa pendidikan anak bukanlah hanya di sekolah, tetapi juga tanggung jawab orang tua, sehingga ketika anak berada di luar sekolah orang tua turut bertanggung jawab.

Triana Menjelaskan pula adanya pembinaan terkait nilai-nilai budaya dan berdasarkan dalam hal Undang-undang keistimewaan no 13 tahun 2012, bahwa dalam hal pendidikan juga berharap anak-anak selain pandai di bidang intelektual, juga bisa mengetahui tentang nilai-nilai budaya dan mengimplementasikannya. Ada pedoman-pedoman bagaimana kurikulum bisa berbasis budaya. Sehingga pendidikan di DIY ini selain berasaskan 8 Standar nasional pendidikan, juga diperkaya dengan adanya nilai-nilai budaya tersebut. Ada tiga hal yang dimasukkan yaitu, 1.  Budaya sebagai isi dari pendidikan, 2. Bagaimana nilai-nilai budaya dibudayakan, 3. Bagaimana supaya nilai-nilai budaya dilestarikan.

Dengan tiga hal tersebut, Bidang Pendidikan Menengah dan Perguruan Tinggi menyusun berbagai program berkaitan dengan bagaimana agar nilai-nilai budaya dapat dikenalkan kepada para siswa.

Perwakilan dari Program Sekolah Model Budaya, SMPN 2 Banguntapan Bantul, Risman Supandi.M.Pd, yang juga  sebagai narasumber pada talkshow yang berlangsung di Studio Jogja TV ini, menyampaikan upaya yang dilakukan untuk para siswa didik adalah menjadikan anak mempunyai karakter yang khas. Bagian dari upaya yang dilakukan yaitu menciptakan anak memiliki sikap  disiplin dan religius. Kemudian dari penanaman sikap tersebut dikaitkan dengan nilai-nilai budaya yang ada yaitu belajar tentang budaya, belajar dengan budaya, dan belajar melalui budaya.

Dalam talkshow yang berlangsung kurang lebih satu jam tersebut, dapat pertanyaan dari  dua orang dari warga Klaten dan Prambannan melalui telpon,dengan bertanya bagaiaman pemerintah dalam melaksanakan revolusi mentas anak didik melalui nilai budaya, harapan bpk darmawan sebagai penanya jangan budaya secara sempit tetapi budaya yang luas.

Ibu Triana menjawab pertanyaan bpk darmawan dengan arif dan bijaksana bahwa pemda DIY dalam membina anak didik melibatkan para osis dari berbagai sekolah, sehingga dalam komunikasi bisa nyambung untuk disebarluaskan kepada semua  anak didik ( temen temen para osis tersebut)

Triana menambahkan, saat ini sudah 150 sekolah yang telah mengikuti program Sekolah Model Budaya. Dan harapannya kedepan, seluruh sekolah di DIY masuk dalam program ini, agar dapat membekali mental anak didik di DIY ini selain berlandaskan intelektual juga berlandaskan nilai-nilai budaya.(st)

TIM HUMAS DIY.

KOMENTAR

Belum ada komentar dalam artikel ini

Anda Harus Login untuk memberikan komentar

LOGIN USER | DAFTAR BARU

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Pemerintah Daerah DIY dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Pemerintah Daerah DIY akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

FILTER & PENCARIAN