Safari Tarawih & Peringatan Nuzulul Quran Digelar Di Pagelaran Kraton

Tanggal Rilis :
Senin, 19 Juni 2017
Penulis Artikel :
Sukarmi
Fotografer :
alh
Lokasi :
Pagelaran Kraton

YOGYAKARTA. (17/06/2017).jogjaprov.go.id – Kamis malam (16/06) berlangsung Safari Tarawih Pejabat Dan Aparat di DIY putaran ke-10 yang sekaligus Peringatan Nuzulul Quran dengan mengambil tempat di Pagelaran Kraton Yogyakarta. Hadir dalam acara tersebut Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi DIY, Muhammad Lutfi Hamid, jajaran pimpinan DPRD DIY, dan anggota Forkopimda DIY. Bertindak selaku imam / penceramah yaitu Drs H Iman Sukiman / Ustad KH Choiruddin.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Pj Sekda DIY, Drs. Sulistyo SH.CN, MSi, mengajak para jamaah sholat yang hadir untuk tidak sekedar menghafal Quran, tetapi membaca, dan menggali maknanya dengan ijtihad dan hati yang bersih sehingga dapat meluruskan arti kata Khalifatulah yang bagi sebagian orang dipahami berbeda dengan substansi maknanya.

Dengan mengutip sebuah Hadist Rasulullah yang menyatakan bahwa ‘Setiap kamu adalah penggembala, dan setiap penggembala harus bertanggungjawab terhadap apa yang digembalakan. Dan bahwa setiap orang tanpa terkecuali adalah penggembala atas diri masing-masing dan sekaligus bertanggungjawab atas apa yang dilakukannya’ maka pembahasan mengenai khalifah menjadi penting menurut gubernur, kaitannya apakah boleh manusia menggunakan gelar Khalifatulah. Karena ada sebagian ulama yang memperbolehkan dan ada sebagian lagi yang tidak.

Hal berbeda disampaikan oleh Dr H Khoirudin Bashori MA, yang menyampaikan tentang tahapan turunnya Al Quran. Dijelaskannya bahwa Al Quran diturunkan dalam tiga tahapan yaitu Tahap pertama, Alquran diturunkan Allah ke Lauh Mahfuzh, sesuai dengan firman Allah dalam Q.S. Al-Buruuj: 21-22. Ayat (21) Bahkan yang didustakan mereka itu ialah Al Qur’an yang mulia,ayat (22) yang (tersimpan) dalam Lauh Mahfuzh. Tahap kedua, penurunan dari Lauh Mahfuzh ke Baytul Izzah. Di sinilah Alquran diturunkan sekaligus.Tahap ketiga, dari Baytul Izzah kepada Rasulullah secara bertahap

 

Kemudian disampaikan pula bahwa turunnya quran kepada Rasulullah yaitu pada saat beliau sedang menyepi di Gua Hira. Beliau menyepi dalam rangka mencari petunjuk atas keprihatinannya melihat kondisi umat pada saat itu. Setelah nabi menerima wahyu, ketakutan, pun melanda diri rasul. Selanjutnya dalam hadis itu pula diriwayatkan bahwa sesampainya dirumah kemudian beliau bercerita pada Khadijah dan minta untuk diselimuti. Khadijah pun meyakinkan bahwa Allah tidak akan mengecewakan rasul dan berkenan menurunkan wahyu kepadanya karena rasul adalah pribadi yang mempunyai karakter ahli silaturahim (menyambung silaturahim), jujur, serta ringan membantu menyelesaikan persoalan orang.

 

TIM HUMAS DIY

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KOMENTAR

Belum ada komentar dalam artikel ini

Anda Harus Login untuk memberikan komentar

LOGIN USER | DAFTAR BARU

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Pemerintah Daerah DIY dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Pemerintah Daerah DIY akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

FILTER & PENCARIAN