Silaturahmi Semangat Paseduluran Warnai Jamnas ke-2 IMO

Tanggal Rilis :
Minggu, 16 April 2017
Penulis Artikel :
Sukarmi
Fotografer :
Arif LH
Lokasi :
Mlati Sleman

SLEMAN. (16/04/2017).jogjaprov.go.id- Sesuai dengan tagline Salam Satu Aspal yang dimiliki oleh komunitas pecinta NMax, Wakil Gubernur DIY, Paku Alam X menyampaikan harapan agar IMO (Indonesia Max Owner) dapat menjadi barometer bagaimana berkendara yang baik di jalan raya.
Hal tersebut disampaikan oleh Wagub DIY ketika menghadiri pembukaan acara Jambore Nasional ke-2 IMO 2017 yang bertempat di Sindu Kusuma Edupark Sinduadi Mlati Sleman pada Sabtu,(15/04).
Fani Himawan selaku Ketua Panitia menyampaikan bahwa sampai dengan tahun 2017, telah berdiri lebih kurang 78 klub yang menaungi pecinta Yamaha NMax dari Sabang sampai Merauke, dengan ratusan ribu total anggota. Dan kali ini, sekitar 3000 anggota hadir dalam acara Jambore Nasional ke-2 yang mempunyai agenda utama pemilihan Ketua IMO periode 2017-2019.
Wahyudi, selaku Ketua IMO yang baru dalam sambutannya menyebutkan bahwa dibawah kepemimpinannya, akan mewujudkan dua misi yaitu, Mewujudkan IMO sebagai barometer induk organisasi komunitas Max series yang ada di Indonesia maupun bagi komunitas otomotif roda dua lain serta Mewujudkan IMO sebagai induk organisasi Max series yang kredibel, adil, transparan, mengayomi dan menjalankan semangat silaturahmi.
Dalam acara pembukaan Jamnas ke-2 yang turut dihadiri pula oleh Dirlantas Polda DIY juga dilakukan pemotongan tumpeng oleh Wakil Gubernur DIY dan dilanjutkan dengan peninjauan Kontes Motor NMax.
Kegiatan lain yang mewarnai Jamnas ke-2 ini yaitu kegiatan City Rolling dengan lokasi start di Kompleks Kepatihan Malioboro dan finish di Sindu Kusuma Edupark.(nir)

TIM HUMAS DIY.

KOMENTAR

Belum ada komentar dalam artikel ini

Anda Harus Login untuk memberikan komentar

LOGIN USER | DAFTAR BARU

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Pemerintah Daerah DIY dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Pemerintah Daerah DIY akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

FILTER & PENCARIAN