Tingkatkan Pengawasan dan Pencegahan Tipikor di DIY

Tanggal Rilis :
Sabtu, 17 September 2016
Penulis Artikel :
sukarmi
Lokasi :

YOGYAKARTA - (17/9/2016) jogjaprov.go.id  Lembaga Pencegahan Pengawasan dan Investigasi (LP2I) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Daerah Istimewa Yogyakarta melaksanakan audiensi bersama Pemda DIY. Bertempat di Bale Cepoko pada pukul 08.30 WIB, Dra Kristiana Swasti MSi selaku Asisten Administrasi Umum, membuka serta mendampingi audiensi tersebut.

Semua daerah provinsi maupun kota memang perlu adanya pengawasan. Lebih lagi harus memliki tujuan yang sama dalam memberantas korupsi, dengan melakukan tata kelola pemerintah yang berakuntabilitas dan transparan. Upaya itu terus menerus harus dilakukan di dalam penyelenggaraan program pemerintah DIY. 

Mengenai kasus Tipikor yang merajalela perlu adanya tindaklanjut berupa pencegahan maupun tindak tegas yang diberikan. LP2I sebagai lembaga yang berperan mengambil alih. Ruskon Efendi Ketua Divisi Investigasi LP2I menyampaikan bahwa “Bentuk pencegahan perlu ditingkatkan dengan diadakan seminar mengenai anti korupsi. Kami ingin bekerjasama dengan provinsi. Sementara investigasi kami hanya berdasarkan pelaporan, dari korban Tipikor serta berdasarkan temuan dilapangan. Darimaka itu butuh dukungan dari pemerintah DIY mengenai program kami agar dapat ditindaklanjuti”.

Efendi menuturkan maksud dan tujuan LP2I membantu pihak pemerintah. Bukan berarti menghalangi program yang ada di DIY justru membantu komitmen yang dilakukan pemerintah untuk memberantas korupsi. Tugas kami nantinya akan mendamping dan pengawasan advokasi setiap proyek yang ada di DIY. 

Audiensi tersebut diadakan dengan maksud pemerintah DIY dapat memberikan dukungan yang berhubungan erat dengan program LP2I. Turut hadir Sumadi SH. MH selaku Kepala Inspektorat dan Dewa Isnu Broto Imam Santoso selaku Kepala Biro Hukum Setda DIY. (Ay)

HUMAS DIY

KOMENTAR

Belum ada komentar dalam artikel ini

Anda Harus Login untuk memberikan komentar

LOGIN USER | DAFTAR BARU

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Pemerintah Daerah DIY dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Pemerintah Daerah DIY akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

FILTER & PENCARIAN