Wagub DIY Buka Canon Photo Marathon Indonesia 2016 - Yogyakarta

Tanggal Rilis :
Senin, 31 Oktober 2016
Penulis Artikel :
sukarmi
Fotografer :
Rossi
Lokasi :
Hartono Mall

 

Yogyakarta (30/10) jogjaprov.go.id – Canon menyelenggarakan Kompetisi Fotografi Akbar se-Indonesia, Canon Photo Maratahon VIII Indonesia di Hartono Mall Yogyakarta. Acara yang digelar pada pukul 10.00 WIB ini dibuka dengan sambutan dari Merry Harun selaku Canon Division Director PT. Datascrip. Merry Harun menjelaskan, “Tahun ini merupakan kali keenam ajang ini hadir di Kota Pelajar Yogyakarta dengan ribuan peserta dari berbagai kalangan dan daerah DIY, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Sumatera yang turut memeriahkan acara ini.

Kompetisi yang memperebutkan Kamera DSLR Canon EOS 750D dan lensa Canon EF-S 18-55mm, serta mengikuti trip photo clinic ke Jepang ini tidak hanya dapat diikuti oleh pengguna kamera Canon, pengguna kamera merek lain pun juga dapat berpartisipasi. Peserta pun berasal dari berbagai profesi, yang muda maupun yang berusia lanjut, laki-laki maupun perempuan.

Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X dalam sambutannya menuturkan “Memotret bukanlah sekedar memindahkan gambar, tetapi dibutuhkan kreativitas, skill dan feeling seseorang untuk menghasilkan gambar yang bagus. Peralatan dan megapixel tidaklah penting, yang sangat penting adalah kreativitas yang dimiliki”. Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X pun berharap dewan juri dapat memilih foto yang paling kreatif untuk dipilih menjadi pemenang, dan acara ini dapat menjadi media silaturahmi dan mampu  menambah pengalaman peserta.

Turut hadir dalam acara ini Budi Prast, Misbachul Munir, Ray Bachtiar, Sutomo, Yadi Yasin dan Holy Simon Kepala Tim Kreatif, PT. Datascrip selaku para juri Canon PhotoMaratahon VIII Indonesia. (hrd/rsy)

HUMAS DIY

 

 

KOMENTAR

Belum ada komentar dalam artikel ini

Anda Harus Login untuk memberikan komentar

LOGIN USER | DAFTAR BARU

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Pemerintah Daerah DIY dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Pemerintah Daerah DIY akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

FILTER & PENCARIAN