MACI DIY Ingin Ubah Citra Klub Motor Jadi Positif

11 Februari 2019

Yogyakarta (11/02/2019) jogjaprov.go.id –  Motor Antik Club Indonesia (MACI) DIY yang sudah berdiri selama 32 tahun mempunyai keinginan kuat untuk mengubah paradigma club motor yang tadinya negatif menjadi positif. Atmaji Apriliyanto, Ketua MACI DIY menyampaikan hal tersebut setelah melakukan silaturahmi terkait dengan hasil Rencana Kegiatan Cabang (RAKERCAB) MACI DIY dengan Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X (11/02) di Gedhong Pare Anom, Kompleks Kepatihan, DIY.  

Ditemui seusai acara, Apriliyanto menyampaikan bahwa kedatangan MACI DIY kali ini adalah meminta arahan dari Sri Paduka terkait dengan pengelolaan organisasi serta program-progam yang akan dilakukan oleh MACI DIY khususnya tentang penyelenggaraan kegiatan-kegiatan yang lebih humanis sehingga keberadaan MACI DIY tidak hanya sekedar perkumpulan pencinta motor yang hanya berkecimpung di dunia otomotif saja namun juga mampu menjadi bagian positif yang mendukung kehidupan bersosial budaya di DIY.

“Kita sering sekali mengadakan kegiatan sosial di masyarakat, mulai dari membantu pembangunan masjid di sekolah, peduli bencana, tanggap bencana, yang itu merupakan usaha MACI untuk bisa berguna bagi masyarakat, oleh karena itu arahan dari Kanjeng Gusti sangat penting bagi kami,” ujar Apriliyanto.

Apriliyanto menjelaskan melalui berbagai macam kegiatan sosial yang bersifat edukatif MACI DIY berusaha sebaik mungkin untuk menjadi bagian positif bagi DIY terutama dibidang sosial kemasyarakatan dan pengembangan pariwisata dan budaya DIY. Apriliyanto menyampaikan bahwa sebisa mungkin kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh MACI selain memuat unsur yang bisa mengedukasi anak muda mengenai tata tertib berkendara, juga bisa menunjukan kepada masyarakat luas mengenai potensi-potensi daerah di DIY sehingga mampu membangkitkan gairah perekonomian melalui pariwisata.

“MACI ingin bisa ikut serta dalam mengenalkan potensi-potensi wisata di DIY, kita sering mengadakan kegiatan yang berkaitan dengan seni dan budaya seperti kirab budaya, atau juga kita kenalkan potensi-potensi wisata yang belum tersentuh seperti Kulon Progo atau Gunung Kidul, untuk itu kita selalu menggandeng dari dinas-dinas terkait,” jelas Apriliyanto.

Lebih lanjut Apriliyanto menyampaikan bahwa MACI DIY memang sering melakukan kunjungan kepada Wakil Gubernur untuk mendapatkan arahan terkait dengan pengelolaan organisasi serta program-progam yang akan dilakukan oleh MACI DIY. Menurutnya Sri Paduka selalu memberikan masukan dan arahan serta dukungan kepada MACI DIY yang tentunya sangat membantu perkembangan MACI DIY.

Sementara itu, KGPAA Paku Alam X menyampaikan pesan bahwa MACI DIY harus bisa menjadi teladan bagi klub motor yang ada di DIY. Keberadaannya harus bisa memberikan kontribusi kepada masyarakat meskipun kecil.

“Bagi saya justru kegiatan kecil tapi konkrit manfaatnya terhadap masyarakat itu justru lebih berarti daripada kegiatan megah dan mewah tapi tidak jelas kontribusinya untuk masyarakat,” ujar Wakil Gubernur.

Sri Paduka sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan-kegiatan MACI DIY yang bersifat sosial serta kegiatan-kegiatan yang mendukung perkembangan seni budaya DIY. (uk)

HUMAS DIY