Berita Terkait


Polling

Apakah website ini membantu?

Apakah website ini membantu?

Ya: 63908 suara dari 81509 suara
78%
Tidak: 17601 suara dari 81509 suara
22%

Kepala BPBD DIY : Ribuan Korban Berjatuhan Akibat Bencana pada Tahun 2018

26 April 2019 - 00:00

Yogyakarta (26/04/2019) jogjaprov.go.id - Satu korban jiwa meninggal dunia dan satu korban mengalami luka parah, terjebak dalam sebuah mobil dengan posisi mobil terbalik ke samping, kondisi korban terjepit sehingga korban tidak mampu beranjak dari posisi tersebut. Dikhawatirkan mobil yang mengalami kecelakaan tersebut dapat meledak sewaktu-waktu sehingga upaya penyelamatan harus sangat berhati-hati dan memperhatikan keselamatan korban. Kecelakaan ini terjadi dalam simulasi pada “Apel Siaga Komponen Penanggulangan Bencana Dan Relawan Dalam Rangka Hari Kesiapsiagaan Bencana Tingkat Daerah DIY”, yang dilaksanakan di Lapangan Panahan, Jl. Kenari, Yogyakarta pada Jumat(26/04) pagi.

Pada Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2019 kali ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membawakan tema “Perempuan Sebagai Guru Kesiapsiagaan dan Rumah Sebagai Sekolahnya”. hal ini penting mengingat, perempuan termasuk salah satu kelompok yang paling banyak menjadi korban bencana. Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Drs. Biwara Yuswantara, M.Si. yang menyampaikan sambutan dari Kepala BNPB RI, di hadapan seluruh peserta apel.

Tema ini diambil mengingat pentingnya peringatan dini, selain itu perempuan dan ibu dipilih karena memiliki sifat melindungi, aktif dalam kelompok sosial dan komunitas dan juga sebagai sosok pembelajar. Selama ini, perempuan termasuk salah satu kelompok yang paling banyak menjadi korban bencana, karena kurang pemahaman akan resiko dan besarnya keinginan mereka untuk menolong keluarganya, namun belum memiliki kapasitas yang memadai.

Kondisi geografis indonesia yang terletak di kawasan rawan bencana memang memerlukan kesiapan mitigasi bencana yang matang. Menurut data BNPB, selama tahun 2018, sebanyak 2.572 kejadian bencana mengakibatkan korban 4818 jiwa meninggal dunia dan hilang, 21.064 korban luka-luka, 10,2 juta orang mengungsi, serta kerugian mencapai lebih dari Rp.100 trilyun kerugian material dan lain-lain.

“Menyadari hal diatas, sejak tahun 2017 BNPB menginisiasi sebuah gerakan peningkatan Kesadaran kesiapsiagaan Nasional untuk menghadapi bencana, dalam bentuk HKB yang diperingati setiap tanggal 26 April. Slogan “siap untuk selamat” mengedepankan 4 hal, pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan dan peringatan dini,” ungkap Kepala BPBD DIY

Hal ini menjadi gambaran bahwa keadaan indonesia yang memiliki pola siklus bencana yang berulang. Dalam paparannya, Kepala BPBD menjelaskan sebagaimana catatan para pakar, beberapa bencana di indonesia kerap terjadi berulang, ada yang 5 tahunan, 10 tahunan, 100 tahunan dan ribuan tahunan, longsor dan banjir kerap terulang setiap tahun, gempa di Aceh berulang setiap tahunan 2000 tahunan, di Padang berulang setiap 100 tahun, dan di Palu puluhan tahun.

Dalam pelaksanaannya, apel ini dihadiri sebanyak kurang lebih 1500 peserta yang berasal dari cluster penanganan bencana, TNI, Polri, Relawan Komponen Penanggulangan Bencana, Difabel Tanggap Bencana (Difagana) dan Lain-lain. Aksi simulasi ini juga dilaksanakan serentak untuk evakuasi penyelamatan diri di seluruh institusi pemerintahan, sekolah dan kantor-kantor di seluruh wilayah DIY.

Selain itu, dalam pelaksanaan apel ini, diperagakan pula simulasi penyelamatan korban bencana yang terjebak didalam mobil, oleh tim Search and Rescue Dog yang menitikberatkan pada penyelamatan korban bencana yang mengandalkan kemampuan anjing, dilanjutkan dengan aksi simulasi penyelamatan diri yang diperankan oleh Difagana yang merupakan komunitas difabel, yang bertujuan membuat para penyandang disabilitas dapat menyelamatkan diri sendiri ketika terjadi bencana tanpa bergantung pada orang lain, dengan peralatan disekitarnya. (*/da)

HUMAS DIY