Berita Terkait


Polling

Apakah website ini membantu?

Apakah website ini membantu?

Ya: 102 suara dari 123 suara
83%
Tidak: 21 suara dari 123 suara
17%

DIY dan Kabupaten/Kota Sepakat Kelola Data Geospasial

Yogyakarta (15/05/2019) jogjaprov.go.id - Pemerintah Daerah (Pemda) DIY bersama seluruh Pemerintah Kabupaten/Kota se-DIY telah bersepakat untuk melakukan pengelolaan data geospasial bersama. Data geospasial ini bertujuan untuk mewujudkan harapan satu peta untuk seluruh program.

Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama tentang Pengelolaan Data dan Informasi Geospasial melalui Simpul Jaringan Informasi Geospasial pada Rabu (15/05). Bertempat di Gedhong Pracimasana, Komplek Kepatihan, Yogyakarta, penandatangan dilakukan oleh Sekretaris Daerah DIY, Ir. Gatot Saptadi dan seluruh Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota se-DIY.

Usai penandatanganan, Sekda DIY menuturkan, perjanjian kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari beberapa regulasi yang sudah ada di pemerintah pusat. Beberapa diantaranya ialah UU Nomor 4 Tahun 2011 tentang Informasi Geospasial, Perpres Nomor 27 Tahun 2014 tentang Jaringan Informasi Geospasial Nasional, dan Perpres Nomor 9 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Kebijakan Satu Peta pada Tingkat Ketelitian Skala 1:50.000.

“Jaringan Informasi Geospasial meliputi Jaringan Informasi Geospasial Nasional dan Jaringan Informasi Geospasial Daerah. Saya lihat penyusunan jaringan informasi ini juga sudah dilakukan oleh teman-teman di kabupaten/kota, meski memang wujudnya berbeda-beda. Namun sudah mengarah pada aturan perundangan yang ada,” ujarnya.

Gatot menuturkan, jaringan informasi geospasial memiliki banyak manfaat. Salah satunya ialah untuk menghindari pekerjaan berulang dalam penyusunan Informasi geospasial sebagai data dukung perencanaan pembangunan. Selain itu, manfaat yang bisa langsung dirasakan ialah efisiensi penganggaran dan pemanfaatan SDM.

“Dan yang terpenting, kita bisa menghindari terjadinya kesimpangsiuran data, seperti data ganda dan/atau gap data. Dalam hal ini, DIY sudah memiliki keuntungan secara administratif, karena hanya terdiri dari lima kabupaten dan kota. Hal ini seharusnya lebih memudahkan kita untuk mengintegrasikan data/informasi geospasial,” paparnya.

Selanjutnya, Gatot berharap, data yang tersedia melalui jaringan informasi ini bisa dimanfaatkan. Selain itu, melihat sifat data yang selalu dinamis, Gatot berharap jaringan informasi ini bisa terbuka untuk semua kepentingan. Dengan begitu, semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bisa memanfaatkannya sesuai tugas pokok dan fungsinya masing-masing.

Dalam hal pembentukan simpul jaringan dan pengembangan geoportal, masing-masing kabupaten/kota bisa berkonsultasi dengan Pusat Pengembangan Infrastruktur Data Spasial (PPIDS) UGM.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DIY, Budi Wibowo, S.H., MM., mengungkapkan, DIY telah dianugerahi penghargaan Bhumandala Kencana Geoportal Terbaik pada acara penganugerahan Bhumandala Award 2018. Penganugerahan ini diberikan karena jaringan informasi geospasial milik DIY memiliki tampilan sederhana tetapi sangat efisien dan aksesnya berjalan cepat.

“Pencarian data juga cepat, dan terdapat banyak informasi serta data geospasial yang bisa diunduh maupun dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan. DIY pun termasuk salah satu provinsi yang paling awal memiliki geoportal dan telah memanfaatkan data geospasial dalam waktu yang cukup lama,” imbuhnya. (Rt)

HUMAS DIY