Berita Terkait


Polling

Apakah website ini membantu?

Apakah website ini membantu?

Ya: 59399 suara dari 75625 suara
79%
Tidak: 16226 suara dari 75625 suara
21%

FORKOPIMDA DIY Serius Persiapkan Idul Fitri 1440 H

Yogyakarta (20/05/2019) jogjaprov.go.id –  Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) DIY  menggelar rapat guna menyambut Idul Fitri 1440 H yang akan tiba pada awal Juni nanti. Rapat dipimpin langsung oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Senin (20/05), di Ndalem Ageng, Kompleks Kepatihan, DIY.

Kabag Humas Pemda DIY Ditya Nanaryo Aji, S.H., M.Ec.Dev. menyampaikan bahwa dalam rapat yang berlangsung selama lebih dari 2 jam tersebut, banyak hal yang dipaparkan oleh beberapa pejabat daerah DIY, terutama terkait dengan banyaknya pemudik  baik yang memang bertujuan mudik di DIY, maupun yang hanya sekedar melewati DIY.

“Tadi Pak Gubernur menekankan kesiapan pemkot, pemkab serta instansi terkait dengan adanya jalur alternatif, salah satunya adalah petunjuk arah jalur alternatif yang harus dibuat sejelas-jelasnya, sehingga pemudik yang hanya lewat Yogya bisa tahu dengan jelas,” jelas Ditya.

Terkait dengan rambu-rambu atau petunjuk arah ini, Ditya menyampaikan bahwa Sri Sultan menekankan untuk dinas terkait agar membuat dan memasang rambu rambu dan penunjuk jalan dengan sejelas-jelasnya agar tidak membingungkan bagi pemudik yang memang hanya sekedar melewati DIY. 

Kapolda DIY Irjen Ahmad Dhofiri menyampaikan bahwa pihaknya siap mengamankan Idul Fitri 1440 H di DIY. Sedikitnya lebih dari 5000 personil gabungan dari kepolisian, TNI dan Instansi terkait akan disiagakan untuk mengawal dan mengamankan Operasi Ketupat tahun 2019 ini.

Polda DIY sendiri memprediksi bahwa arus mudik akan mencapai puncaknya di tanggal 31 Mei 2019 sedangkan arus balik pada tanggal 08 Juni 2019. Selama rentang waktu tersebut DIY dipastikan akan sangat padat, terutama daerah wisatanya.

“Kita fokuskan pengamanan lebaran kali ini pada jalur wisata, karena Yogya ini kan menjadi daerah tujuan mudik dan wisata, sehingga kepadatan-kepadatan diseputaran jalur tersebut pasti ada," ujar Dhofiri.

Untuk mengurangi kepadatan lalu lintas, Polda DIY telah membuat skema jalur mudik bagi mereka yang memang hanya melewati DIY dan bukan menjadikan DIY sebagia tujuan mudik. Setidaknya ada 6 jalur alternatif yang telah disiapkan oleh Polda DIY. Jalur-jalur tersebut diarahkan untuk menghindari wilayah kota dan di arahkan menuju sisi selatan dan utara DIY. 

“Kita menjamin pelaksanaan operasi ketupat berjalan aman dan lancar, masyarakat nyaman baik diperjalanan, waktu silaturahmi, ibadah maupun berwisata di DIY,” ujar Dhofiri.

Kepala Dinas Perhubungan DIY, Sigit Sapto Rahadi menyampaikan bahwa pola lalulintas berbeda dengan tahun yang lalu karena adanya jalan tol yang baru. Sigit menyampaikan nantinya kendaraan banyak diprediksi datang dari timur. Selain itu ada penurunan 40 % pada jumlah penerbangan dikarenakan mahalnya tiket pesawat, sehingga jalur darat akan mengalami kenaikan yang sangat signifikan.

Dalam persiapanya, Dishub DIY setidaknya telah mendata sebanyak 2.629 kendaraan umum seperti bus, taksi, trans jogja hingga mobil sewa dengan daya angkut 83.387. Dishub DIY juga menyiapkan sebanyak 21 penerbangan tambahan melalui YIA Kulon Progo, serta angkutan KAI yang nantinya direncakan akan ada 8 kereta tambahan.

Untuk kelancaran lalu lintas Dishub DIY akan mengoptimalkan fungsi Lampu APILL dan memaksimalkan ATCS (Area Traffic Control System), Menyiapkan jalur alternatif  dan rekayasa lalu lintas,serta menghimbau masyarakat agar tidak parkir di ruang jalan. Untuk melancarkan persiapan Idul Fitri ini, Dishub DIY menurunkan personil sebanyak 656 personil.

“Untuk arah keluar kota lampau hijau (diperlambat) nanti ditambah sedang untuk yang masuk ke kota merahnya yang ditambah,” jelas Sigit.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah jalur alternatif yang melewati Cinomati, Bantul. Jalanan yang menanjak tajam dan menikung tersebut selalu padat karena pemudik yang mengandalkan google map selalu diarahkan ke jalur tersebut. Banyak pendatang yang tidak menguasai medan jalur Cinomati tersebut sehingga selain penumpukan dan kemacetan juga banyak terjadi lakalantas. Untuk itu Dishub DIY dan Pemda Bantul menggandeng ormas pemerhati jalan untuk ikut mengamankan jalur Cinomati.

Terkait dengan paparan Dishub DIY, Pertamina akan memastikan ketersediaan produknya sesuai kebutuhan masyarakat meskipun ada kendala pada peningkatan kebutuhan produk dan adanya beberapa jalur distribusi utama yang berpotensi mengalami kemacetan.

Pertamina menyampaikan bahwa ada penambahan kuota LPG 3 Kg sebesar 7% terhadap rata-rata normal harian tahun 2019. Jumlah peningkatan penjualan  LPG Non PSO sebesar 14% dari rata2 normal harian tahun 2019. Melalui 53 agen PSO, 11 agen NPSO dan 5.965 pangkalan yang tersebar di seluruh DIY, Pertamina memastikan pelayanan LPG untuk Idul Fitri 2019 aman. Selain itu untuk ketersediaan BBM, Pertamina memastikan akan ada 14 SPBU di jalur utama yang beroperasi selama 24 jam penuh. 

Terkait dengan TPID Kinerja perekonomian DIY mengalami peningkatan pada Triwulan I 2019, PDRB tumbuh 7,50%, lebih tinggi dari tahun 2018 yang tumbuh 5,36%. Tak ada kenaikan harga bahan pokok yang signifikan jelang lebaran ini. Bahan pangan pun cukup aman tersedia. Contohnya BULOG yang menampaikan stok beras aman terkendali sejumlah 32.123,59 ton dan diprediksi cukup untuk 1 bulan. (uk)

Humas Pemda DIY