Berita Terkait


Polling

Apakah website ini membantu?

Apakah website ini membantu?

Ya: 10555 suara dari 11347 suara
93%
Tidak: 792 suara dari 11347 suara
7%

Disbud DIY Kembali Gelar Youth Music Camp

13 Agustus 2019 - 11:33

Yogyakarta (13/08/2019) jogjaprov.go.id - Dinas Kebudayaan DIY kembali menggelar Youth Music Camp sebagai bagian dari kerja sama sister province antara DIY dengan Victoria, Australia. Gelaran pembelajaran musik yang dilaksanakan untuk ketiga kalinya ini berlangsung pada 12-14 Agustus 2019.

Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Perencanaan Dinas Kebudayaan DIY, Dra. Dwi Puji Astuti usai menemani perwakilan Melbourne Symphony Orchestra bertemu dengan Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X. Pertemuan ini berlangsung di Gedhong Pare Anom pada Selasa (13/08).

“Salah satu implementasi program kerja sama dengan Victoria, khususnya di bidang kebudayaan adalah kerja sama Melbourne Symphony Orchestra dengan Dinas Kebudayaan DIY. Youth Music Camp menjadi bagian dari realisasinya. Tahun 2019 ini yang ketiga kali, yang pertama di 2016 lalu dan kedua dilaksanakan 2018,” papar Puji.

Puji menuturkan, usai pelaksanaan Youth Music Camp selalu dilakukan pertunjukan kolaborasi dengan para musisi Melbourne Symphony Orchestra. Untuk tahun ini, pertunjukan kolaborasi akan dilaksanakan 15 Agustus 2019 di Auditorium Driyarkara Universitas Sanata Dharma. Peserta Youth Music Camp ini menjalani seleksi yang diadakan Dinas Kebudayaan DIY, dan telah terpilih 32 orang.

“Selama kemah inilah mereka langsung dibimbing oleh para musisi asal Melbourne. Dan apa yang mereka pelajari itu yang menjadi bahan pertunjukan kolaborasi. Pertunjukan kolaborasi ini sifatnya gratis, yang berminat menonton tinggal mendaftarkan diri di Dinas Kebudayaan DIY,” imbuhnya.

Selanjutnya, Melbourne Symphony Orchestra akan memilih dua orang peserta Youth Music Camp untuk mendapat kesempatan mengikuti kursus singkat selama satu bulan di Melbourne yang menjadi ibukota Victoria.

Dalam pertemuan dengan perwakilan Melbourne Symphony Orchestra, Sri Paduka Paku Alam X mengatakan, kolaborasi antara musisi asal Yogyakarta dengan musisi dari Melbourne ini adalah sebuah kegiatan yang amat kuat. Apalagi seperti yang sudah diketahui jika Melbourne Symphony Orchestra adalah orkestra terkenal, bahkan terbesar di Australia.

“Karena itu, kita harus belajar lebih banyak terkait bagaimana bermain atau mengatur dalam orkestra. Apalagi kita tidak punya banyak kesempatan di Indonesia untuk menikmati pertunjukan orkestra,” imbuhnya.

CEO Melbourne Symphony Orchestra, Sophie Galaise pun menyatakan suka citanya dapat kembali datang ke Yogyakarta untuk mengajar musik. Baginya menjadi kebanggaan tersendiri dapat berbagi ilmu dengan anak-anak muda di Yogyakarta yang punya talenta besar pada musik.

“Kami selalu terkesan dengan kemampuan para murid asal Yogyakarta yang kami ajar. Kami membawa lima musisi dari Melbourne untuk mengajar di tahun ini, yakni 3 violis, satu celo, dan satu basis,” katanya. (Rt)

HUMAS DIY