Berita Terkait


Polling

Apakah website ini membantu?

Apakah website ini membantu?

Ya: 8680 suara dari 9237 suara
94%
Tidak: 557 suara dari 9237 suara
6%

5.000 Orang Ikuti Lampah Budaya Mubeng Beteng 2019

01 September 2019 - 11:36

Yogyakarta (01/09/2019) jogjaprov.go.id - Sekitar 5.000 orang berpartisipasi dalam Lampah Budaya Mubeng Beteng pada Minggu (01/09) dini hari. Prosesi ini dilaksanakan guna memeringati pergantian Tahun Baru Islam 1441 H atau Tahun Wawu 1953 dalam Kalender Jawa.


Prosesi diawali dengan pembacaan macapat di halaman Bangsal Pancaniti, Kompleks Kamandungan Lor, Keraton Yogyakarta pada Sabtu (31/08) pukul 21.00. Selanjutnya, putri sulung Sri Sultan Hamengku Buwono X, GKR Mangkubumi didampingi putri dan mantu Dalem lain yakni GKR Condrokirono, GKR Maduretno, KPH Purbodiningrat, dan KPH Notonegoro melepas rombongan tepat pukul 24.00 diiringi dengan dentingan lonceng Kamandungan Lor sebanyak 12 kali.

Sebelum pelepasan, terlebih dahulu KPH Purbodiningrat menyematkan simping mlathi di telinga para pemegang Dwaja (bendera) masing-masing wilayah di DIY. Adapun bendera tersebut antara lain bendera Merah Putih, bendera Gula Klapa (bendera Kasultanan), dan klebet Budi Wadu Praja (DI Yogyakarta). Terdapat juga lima bendera yang merepresentasikan kabupaten dan kotamadya, yakni klebet Bangun Tolak (Yogyakarta), Mega Ngampak (Sleman), Podang Ngisep Sari (Gunung Kidul), Pandan Binetot (Bantul), dan Pareanom (Kulon Progo) 

Adapun rute yang ditempuh masih sama seperti tahun sebelumnya yakni Kamandungan Lor-Kauman-Ngabean-Pojok Beteng Lor Kulon-Pojok Beteng Kulon-Jl. MT Haryono-Pojok Beteng Wetan-Jl.Brigjen Katamso-Jl.Ibu Ruswo-Alun-alun Utara-Kamandungan Lor. Keseluruhan prosesi kegiatan selesai pada pukul 02.00 WIB. 

Tradisi ini sejatinya merupakan inisiasi dari Abdi Dalem bersama masyarakat dan Dinas Kebudayaan DIY. Makna dari kegiatan ini adalah sarana introspeksi diri atas kesalahan dan kejadian di waktu yang telah berlalu agar dapat menjadi manusia yang lebih baik di waktu yang akan datang. Tradisi Lampah Budaya Mubeng Beteng ini sendiri telah ditetapkan sebagai salah satu Warisan Budaya Nasional Tak Benda yang dimiliki Yogyakarta sejak tahun 2015. [vin]

Humas Pemda DIY