Berita Terkait


Polling

Apakah website ini membantu?

Apakah website ini membantu?

Ya: 8510 suara dari 9037 suara
94%
Tidak: 527 suara dari 9037 suara
6%

Kerjasama Bidang Pendidikan dan Teknologi, DIY Ajak Finlandia dan Swedia

10 September 2019 - 16:52

Yogyakarta (10/09/2019) jogjaprov.go.id – Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menerima kunjungan dari MariaDB Foundation dan APTISI (The Association of Private Higher Education Institutions Indonesia) pada Selasa (10/09) di Gedhong Wilis Komplek Kantor Gubernur, Kepatihan, Yogyakarta.

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Ngarsa Dalem dengan Gusti Mangkubumi ke Finlandia beberapa waktu lalu. Pada kunjungan itu, Ngarsa Dalem berharap bisa menerapkan pendidikan dan teknologi yang ada di Finlandia ke Yogyakarta.

“Hal itu ditindak lanjuti oleh Gusti Mangkubumi melalui yayasan Royal Lentera Biru untuk mengajak mereka tidak hanya di dunia pendidikan, namun juga dengan menggandeng perusahaan-perusahaan yang ada di Finlandia dan Swedia untuk mencoba berkolaborasi dengan Yogyakarta,” ujar Drs. Arif Hidayat, selaku Kepala Dinas Perizinan dan Penanaman Modal (DPPM) DIY.

Ngarsa Dalem berpesan bahwa, “Yang menjadi channel dalam kolaborasi ini adalah kampus atau dunia pendidikan. Pemerintah akan sangat mendukung serta berperan sebagai fasilitator atas kolaborasi ini terutama di dalam dunia pendidikan. Diharapkan bahwa kampus bisa benar-benar fokus membesarkan pengembangan dan keterampilan peserta didiknya.”

Direktur teknologi MariaDB Foundation, Michael “Monty” Widenius, menyampaikan “Kedatangan kami ke sini bermaksud untuk mengetahui lebih lanjut tentang program dari Royal Lentera Biru. Kami juga sangat mengapresiasi adanya kolaborasi ini. Dalam kolaborasi tersebut kami juga melibatkan para profesor yang nantinya akan bekerjasama dalam pengembangan dunia pendidikan.”

Monty juga menyampaikan bahwa MariaDB Fondation dan APTISI (the Association of Private Higher Education Institutions Indonesia)  akan mewujudkan program tersebut dengan konsep yang lebih baik. Kemudian akan menjamin cakupan pengetahuan bagi universitas agar mampu beradaptasi pada berbagai tantangan di masa depan. (lt)

HUMAS PEMDA DIY