Berita Terkait


Polling

Apakah website ini membantu?

Apakah website ini membantu?

Ya: 8510 suara dari 9037 suara
94%
Tidak: 527 suara dari 9037 suara
6%

Gubernur DIY Ajak Masyarakat Sadar Konstitusi

11 September 2019 - 15:32

Sleman (11/09/2019) jogjaprov.go.id - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menghadiri sekaligus membuka acara puncak Festival Konstitusi dan Antikorupsi yang digelar di Grha Sabha Pramana UGM, pada Rabu (11/08) pagi.

Festival ini diadakan atas inisiasi dari Mahkamah Konstitusi (MK), Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada selama dua hari yakni 10-11 September 2019 dengan tajuk Ukir Jejak Integritasmu! Wujudkan Budaya Sadar Konstitusi dan Antikorupsi. Adapun pelaksanaan festival kali ini merupakan gelaran kali empat sejak pertama diseleggarakan pada tahun 2016.

Dalam sambutannya, Sultan menyatakan, ”Kegiatan yang dikemas integratif MK bersama KPK, ibaaratnya yang jauh dekatkan, yang dekat rapatkan, yang terlalu rapat renggangkan. Kesemua langkah itu hanya untuk memberikan ruang antara dengan udara segar, guna membangun ekosistem berlangsungnya introspeksi diri,” ujar Sultan.

Adapun tema besar yang diangkat dalam kegiatan kali ini adalah “mengukir jejak integritas” dimana tema tersebut memiliki korelasi yang cukup denkat mengenai hubungan KPK dengan MK. “Jika ada oknum MK yang korupsi, maka KPK tidak segan-segan menindaknya atas dasar Konstitusi. Sebaliknya, jika KPK bertindak di luar wewenangnya, harus dikembalikan oleh MK kepada rel konstitusi. Tetapi, jika keduanya terlalu dekat dan terjadi hubungan pertemanan, akanmenjadi kekhawatiran kita bersama,” jelas Sultan. Ke depan, Sutan berharap bahwa kegiatan ini dapat memotivasi masyarakat untuk sadar akan konstitusi dan berpartisipasi dalam mendukung gerakan antikorupsi di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, dilakukan penandatanganan pakta integritas deklarasi anti korupsi ditandatangani oleh Rektor UGM, Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng. D.Eng., Wakil Ketua MK, Aswanto, Ketua KPK, Agus Rahardjo, dan Sekretaris Jenderal MPR RI, Ma'ruf Cahyono dengan disaksikan oleh Gubernur DIY bersama ratusan penyelenggara negara, aparat penegak hukum, sivitas akademika, dan mahasiswa. 

Penandatanganan deklarasi anti korupsi tersebut merupakan bentuk komitmen bersama untuk mewujudkan bangsa Indonesia yang bebas korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Selain penandatanganan deklarasi anti korupsi, dalam kegiatan tersebut juga digelar talkshow yang diisi oleh Wakil Ketua MK, Sekjen MPR, Ketua KPK, Rektor UGM. Acara tersebut juga dimeriahkan oleh Paduan Suara UGM dan Stand Up Comedy oleh Pandji Pragiwaksono.

Rektor UGM kemudian juga berpesan bahwa tidak ada satupun negara di dunia yang dapat maju tanpa memiliki landasan hukum yang prima dan adanya kepastian hukum. “Tugas generasi muda selanjutnya adalah mengejawantahkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pengejawantahaan ideologi Pancasila ini dituntut untuk terus menggali nilai keadilan agar bisa mencapai masyarakat adil, makmur, dan sejahtera,” ujarnya. [vin]

Humas Pemda DIY