Berita Terkait


Polling

Apakah website ini membantu?

Apakah website ini membantu?

Ya: 8680 suara dari 9237 suara
94%
Tidak: 557 suara dari 9237 suara
6%

Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan Launching Dan Ekspose G2R DIY

10 Oktober 2019 - 16:14

Yogyakarta (09/10/2019) jogjaprov.go.id – Global Gotong Royong (G2R) Tetrapreneur merupakan gerakan gotong royong wirausaha desa berbasis empat pilar yaitu rantai (Tetra 1), pasar (Tetra 2), kualitas (Tetra 3), dan merek wirausaha (Tetra 4). Untuk mengangkat kemandirian dan kewibawaan produk desa menjadi ikon-ikon dunia.

Penjelasan demikian disampaikan Kepala Dinas Koperasi DIY Ir. Srie  Nurkyastiwi, M.M.A. pada Peluncuran  dan Ekspose Produk Unggulan Global Gotong Royong (G2R), kerjasama antara Dinas Koperasi DIY, Bappeda DIY, Biro Bina Pemberdayaan Masyarakat (Biro Bermas), Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat (BPPM) dengan Universitas Gadjah Mada siang tadi (Kamis,9/10) di Atrium A Jogja City Mall, Yogyakarta. Acara ini dibuka oleh Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik Drs. Umar Priyono.M.Pd.

Lebih lanjut Srie Nurkyastiwi dalam laporannya menambahkan bahwa tahun ini untuk pertama kalinya Dinas Koprasi dan UKM DIY melaksanakan program kemitraan  Tetrapreneur Budaya dengan didanai dengan Dana Keistimewaan (Danais) DIY, dalam upaya pemerintah DIY untuk mensejahterakan masyarakat .

Menurut  Nurkyastiwi, Ekspose dan Pameran Produk Unggulan G2R di JCM tersebut akan berlangsung dari tanggal 10 hingga 23 Oktober 2019 dan terbuka untuk umum. Ekspose ini melibatkan 7 desa  unggulan yaitu Desa Pelopor Desa dan Wukirsari Kabupaten Sleman, Desa Girirejo Kecamatan Imogiri Kabupaten Bantul, Desa Pagerharjo Kecamatan Samigaluh kabupaten Kulonprogo, Desa Bangunkerto Kecamatan Turi Kabupaten Sleman, Desa Putat Kecamatan Pathuk Kabupaten Gunungkidul dan Desa Bangunharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul.

Sementara itu, Rika Fatimah P.L., S.T., M.Sc., Ph.D Tenaga Ahli G2R, konseptor yang juga selaku Tenaga Ahli G2R dari UGM menyatakan bahwa, tim dari UGM memberikan edukasi mengenai G2R Tetrapreneur kepada desa unggulan tersebut dengan harapan kegiatan ini menjadi embrio pengembangan tetrapreneur. Tetrapreneur tersebut bersifat lintas kedinasan, lintas kemitraan, dan lintas keilmuan untuk mengusung visi misi Jogja Istimewa khususnya dan untuk desa Indonesia pada umumnya. Selanjutnya Jogja diharapkan menjadi rujukan nasional untuk standar proses produk lokal Indonesia.

Rika menambahkan bahwa, kegiatan G2R yang dilakukan DIY tersebut mendapatkan sambutan positif dari Kementerian Desa Tertinggal dan mengutus stafnya datang ke Yogyakarta untuk menyampaikan bahwa pengembangan desa G2R Tetrapreneur melalui Program Nasional smart village yang menyasar 100 desa di Indonesia, serta menjadi G2R tetrapreneur sebagi rujukan standarisasi nasional karya anak bangsa yang berkearifan lokal.

Turut hadir pula dalam peluncuran dan Ekspose Produk Unggulan Global  Gotong Royong (G2R)  ini, Dinas Koperasi dan UKM DIY, Dinas Kebudayaan, Biro Bina Pemberdayaan Masyarakat Setda DIY, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Perizinan dan Penenaman Modal, serta para mitra yang berpartisipasi langsung dalam kegiatan tersebut, antara lain Yayasan Silaturahmi dan Sosial Cendikia (S2C), Harley Davidson Club Indonesia (HDCI), Sofyan Inn Hotel Unisi, SL Group dan Titipku.

Launching dan Ekspose Produk Unggulan Global Gotong Royong (G2R) selain ditandai dengan pelepasan selubung penutup logo Global Gotong Royong (G2R), juga penyerahan logo kepada 7 perwakilan Desa (G2R) se-DIY dan dilanjutkan peninjauan keliling.(kr/aul).

Humas DIY