Berita Terkait


Polling

Apakah website ini membantu?

Apakah website ini membantu?

Ya: 10548 suara dari 11340 suara
93%
Tidak: 792 suara dari 11340 suara
7%

SDM Tetap Jadi Faktor Sentral Pemerintahan

28 Oktober 2019 - 11:35

Yogyakarta (28/10/2019) jogjaprov.go.id - Sumber daya manusia (SDM) merupakan faktor sentral dalam suatu organisasi pemerintahan. Karena apapun bentuk dan tujuannya, sebuah organisasi pemerintahan dikelola dan diurus oleh SDM.

Hal ini disampaikan Pj Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ir. Arofa Noor Indriani, M.Si., saat penutupan Diklat Pengkaderan Administrator Tahun 2019 dan Diklat Pengkaderan Pengawas Tahun 2019. Bertempat di Gedhong Pracimasana pada Senin (28/10), Arofa hadir mewakili Gubernur DIY. Ia mengatakan, manusia merupakan faktor sentral dan strategis dalam semua kegiatan organisasi pemerintahan.

“Untuk itu, dituntut adanya daya kreativitas dan semangat juang yang tinggi dari segenap unsur aparatur pemerintah. Hal ini penting, mengingat adanya perubahan dan perkembangan keadaan yang begitu cepat pada semua lini kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Arofa pun menuturkan, sebagai unsur pimpinan aparatur negara, Aparatur Sipil Negara (ASN) harus selalu menyiapkan diri sebagai unsur aparatur yang berkualitas, disiplin, dan tegar. ASN jugaa harus memahami dan menghayati benar paradigma baru pelayanan aparatur pemerintahan.

“Paradigmanya hanya satu, yakni menempatkan kepuasan pelayanan kepada masyarakat di atas segala-galanya. Dalam arti, bagaimana kita bisa menempatkan diri sebagai pelayan atau abdi masyarakat yang baik,” imbuhnya.

Arofa menambahkan, dirinya menaruh harapan yang besar kepada peserta diklat sekalian agar nantinya mampu menjadi pemimpin yang visioner, kreatif, dan berkualitas. Selain itu, ia berharap peserta diklat harus mampu mensinergikan semangat pengabdian dengan peningkatan kemampuan kerja yang berakar dari ilmu, pengetahuan, serta wawasan.

“Selain itu, sebagai aparatur negara, abdi negara dan abdi masyarakat sudah sepantasnyalah kita membuktikan diri sebagai dinamisator, motivator dan fasilitator pembangunan. Tentunya hal ini harus dibarengi pula dengan dedikasi tinggi dan totalitas kerja dari kita semua melalui peningkatan kinerja,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan (Bandiklat) DIY, Ir. Kuncoro Cahyo Aji, M.Si., mengatakan, tujuan kedua diklat ini ialah untuk meningkatkan kompetensi SDM DIY dalam manajemen pemerintahan dan keistimewaan, perencanaan, penganggaran, manajemen keuangan, dan pengambilan sikap ASN terkait isu-isu strategis saat ini.

Diklat Pengkaderan Administrator dan Diklat Pengkaderan Pengawas ini dilakukan selama 25 hari. Untuk Diklat Pengkaderan Administrator dilakukan pada 22 Juli-30 Agustus 2019, sedangkan Diklat Pengkaderan Pengawas digelar 30 September-24 Oktober 2019. Masing-masing diklat diikuti oleh 30 peserta.

“Pada Diklat Pengkaderan Administrator semua peserta dinyatakan lulus, sementara Diklat Pengkaderan Pengawas hanya 29 yang dinyatakan lulus, karena satu peserta tidak bisa mengikuti keseluruhan kegiatan dengan alasan sakit. Semoga ilmu yang didapat bisa memberikan dampak positif di instansi peserta masing-masing,” imbuhnya.

Pada penutupan diklat ini diumumkan pula lima peserta diklat dengan prestasi terbaik. Untuk Diklat Pengkaderan Administrator, peringkat kelima diraih Rubiyo dari Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk DIY, peringkat empat dari Dinas Perhubungan DIY atas nama Bagas Senoadji.

Untuk peringkat tiga diraih Aris Widaryanto dari BPKA DIY, lalu Suparmin dari Dinas Sosial untuk peringkat kedua. Sementara peringkat pertama diraih Yulianto dari BPKA DIY.

Pada Diklat Pengkaderan Pengawas, peringkat kelima diraih Totok Teguh S., dari Dinas LHK DIY, peringkat empat diraih peserta dari BPKA atas nama Wuryanto Hadiwijaya. Peringkat tiga oleh Ign. Riadi Raharjo dari Dinas Pariwisata DIY peringkat dua oleh Budi Santosa dari DPAD DIY, serta peringkat tertinggi diraih oleh Arfi Hidananto dari BPKA DIY. (Rt)

HUMAS DIY