Berita Terkait


Polling

Apakah website ini membantu?

Apakah website ini membantu?

Ya: 10548 suara dari 11340 suara
93%
Tidak: 792 suara dari 11340 suara
7%

Resmi Jabat Monkopolhukam, Mahfud Pamit Kepada Sri Sultan

28 Oktober 2019 - 15:34

Yogyakarta (28/10/2019) jogjaprov.go.id – Ketua Parampara Praja DIY atau Dewan Penasehat Gubernur dan Wakil Gubernur DIY, Prof. DR. M. Mahfud MD ditunjuk sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia periode 2019-2024. Terkait hal tersebut, Mahfud berpamitan langsung dan meminta arahan kepada Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Senin (28/10/2019) di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta.

Sri Sultan menyampaikan dukungan penuh kepada Mahfud atas ketugasan barunya di level kementerian. Selain itu kesan yang baik juga dirasakan Sri Sultan untuk kinerja Mahfud selama memimpin Parampara Praja sejak tahun 2016 lalu ini.

“Selama ini beliau bisa melaksanakan tugas dengan baik. Saya tidak pernah mengevalusai hasil kerja, karena saya yang dinasehati oleh beliau-beliau (para anggota Parampara Praja) melalui tulisan,” ujar Sri Sultan.

Non aktifnya Mahfud menurut Sri Sultan tidak akan mengganggu kinerja Parampara Praja. Parampara Praja akan tetap berjalan sebagaimana mestinya dengan 8 anggota lainnya. Disinggung mengenai siapa nanti yang akan menggantinkan posisi Mahfud, Sri Sultan menyampaikan, masih akan dibicarakan lagi dengan Mahfud dikemudian hari.

“Kalau untuk plt atau apapun itu, nanti kita lihat dari suratnya Pak Mahfud. Kan belum ada pengajuan surat, prosedural pengangkatan harus dengan SK dan surat resmi. Nanti kita lihat ya seperti apa suratnya,” ujar Gubernur DIY.

Pada kesempatan tersebut, Mahfud menyampaikan, kedatangannya kali ini adalah menyampaikan permohonan non aktif terkait jabatannya sebagai ketua Parampara Praja yang seharusnya berakhir tahun 2021 mendatang. Selama berada di DIY, Mahfud menyampaikan kesan yang baik terhadap toleransi dan penerimaan DIY terhadap dirinya yang notabene berasal dari Madura, bukan warga asli DIY.

“Saya orang Madura tapi menjadi anggota dewan pertimbangan provinsi dan kerajaan yang menjadi pusat Budaya Jawa. Uniknya dewan pertimbangan ini tidak hanya diisi oleh orang Jogja saja, tapi juga dari berbagai daerah di luar Jogja,” jelas Mahfud.  

Selama memimpin Parampara Praja selama lebih dari 3 tahun, Mahfud merasa terkesan dengan keistimewaan DIY.  Menurutnya DIY adalah daerah yang benar-benar istimewa. Salah satu keistimewaan itu menurut Mahfud adalah DIY memiliki pemimpin yang demokratis dan bersahaja.  

“Selama 3 tahun membantu Sri Sultan, saya banyak belajar. Sultan kita ini sangat demokratis dan bersahaja. Meskipun raja tapi duduknya tetap bersama rakyat. Tidak ada jarak psikologis yang membedakan antara pejabat yang lebih tinggi dengan pejabat struktural dibawahnya. Seperti kawan saja. Untuk itu saya menyampaikan terimakasih,” tutup Mahfud. (uk)