Berita Terkait


Polling

Apakah website ini membantu?

Apakah website ini membantu?

Ya: 10548 suara dari 11340 suara
93%
Tidak: 792 suara dari 11340 suara
7%

PPSDM Kesehatan Harus Tingkatkan Kompetensi

27 Oktober 2019 - 22:48

Sleman (27/10/2019) jogjaprov.go.id – Profesi sebagai penyelenggara kesehatan merupakan bentuk ngawulo atau pengabdian untuk melakukan pelayanan publik. Bukan hal yang mudah, karena segenap tenaga kesehatan harus memiliki kompetensi di bidangnya serta kepekaan sosial yang tinggi.

Ngawulo adalah proses mengabdikan diri memberikan layanan terbaik pada masyarakat dengan memperhatikan tata aturan dan prosedur,” ujar Penjabat Sekda DIY Ir. Arofa Noor Indriani, M.Si. Hal tersebut disampaikan Arofa saat membacakan sambutan Gubernur DIY pada acara Rapat Koordinasi Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kesehatan, Kemenkes RI, Minggu (27/10) di Hotel Eastparc Sleman, Yogyakarta.

Menurut Arofa, segenap tenaga kesehatan juga harus memiliki unggah-ungguh yang baik dalam membangun hubungan dan berkomunikasi dengan masyarakat yang dilayani. Selain kompetensi dan unggah-ungguh, juga harus memiliki sifat taberi atau rajin, budirahayu atau perilaku yang baik serta kesarasan atau kesehatan jiwa dan raga.

Pada kesempatan tersebut, Arofa berharap Rakor ini mampu menghasilkan rekomendasi terbaik mewujudkan SDM kesehatan se-Indonesia selaras dengan RPJMN dan Renstra 2019 - 2024. Dengan demikian, permasalahan yang mungkin terjadi di sektor SDM Kesehatan dapat dikelola pemerintah baik di level pusat maupun daerah dengan profesional dan proporsional.

“Saya harap keindahan alam dan keluhuran budaya DIY bisa menjadi inspirasi untuk menghasilkan sesuatu yang luar biasa bagieksehatan masyarakata. Semoga acara ini mampu mewujudkan masyarakat dalam tataran Memayu Hayuning Kesarasan,” tutup Arofa.

Sekretaris Badan PPSDM Kesehatan Kemenkes RI, dr. Trisa Wahjuni Putri, M. Kes. melaporkan, rapat ini bertujuan mensosialisasikan kinerja dan rencana program  PPSDM terutama yang tertuang dalam RPJMN dan Renstra 2019-2024. Trisa berharap nantinya dapat dirumuskan rencana kerja daerah terutama yang menyangkut kompetensi kesehatan.

Rapat diikuti oleh 136 orang peserta yang terdiri atas kepala dinas kesehata se-Indonesia, Kepala BKD se-Indonesia, kepala balai pelatihan se-Indonesia, kepala BKD kepala dinas kabupaten/kota terpilih, pimpinan Poltekes se-Indonesia dan perwakilan lainnya.

“Mekanismenya nanti akan mendapatkan input dari proses yang ada. Lalu dilakukan diskusi kelompok yang mengarah pada tercapainya output yang diharapkan,” jelas Trisa.  

Nantinya pada acara ini juga akan dilakukan kegiatan tambahan yaitu penyerahan sertifikat sertifikasi kepada Politeknik Kesehatan, launching aplikasi baru PPSDM Kesehatan terkait penempatan dokter spesialis dan juga bermain angklung bersama.“Kita ingin mewujudkan harmoni dalam nada, sinergi dalam karya untuk Indonesia sehat,” pungkas Trisa.

Pada kesempatan tersebut, Trisa bersama Arofa juga mendampingi Kepala Pusat PelatihanSDM Kesehatan, dr. Ahmad Subagjo Tancarino, MARS untuk membuka acara rakor tersebut. Pembukaan ditandai dengan pemukulan bende. (uk)

Humas Pemda DIY