Berita Terkait


Polling

Apakah website ini membantu?

Apakah website ini membantu?

Ya: 10548 suara dari 11340 suara
93%
Tidak: 792 suara dari 11340 suara
7%

Pembangunan Kebudayaan Tetap Harus Menggunakan Nilai Dasar Keistimewaan

31 Oktober 2019 - 16:28

Yogyakarta (31/10/2019) jogjaprov.go.id - Pembangunan kebudayaan di era global tetap harus memperkuat aspek-aspek kelokalan, walaupun kita dituntut untuk berpikir secara global. Harapannya pembangunan budaya ini dapat meningkatkan pelestarian melalui upaya perlindungan dalam mengembangkan potensi kebudayaan lokal.

Hal tersebut dijelaskan oleh Sekretaris Daerah DIY Ir. Arofah Noor Indriani, M.Si., saat menjadi narasumber Seminar Sosialisasi Yogyakarta Warisan Dunia dengan materi Urgensi Dukungan dan Partisipasi Pemerintah dan Masyarakat dalam Pengajuan Yogyakarta Warisan Budaya Dunia yang bertempat di Meeting Room Hotel Gaia Cosmo, Yogyakarta (31/10).

Selain itu Arofah menyampaikan pembangunan kebudayaan ini tetap harus menggunakan nilai dasar Keistimewaan, yaitu: Hamemayu Hayuning Bawana, Sangkan Paraning Dumadi, Manunggaling Kawula lan Gusti, Tahta untuk rakyat, Golong gilig, Catur Gatra Tunggal, dan Pathok Negara.

“Untuk mendukung pengajuan Yogyakarta sebagai Warisan Dunia UNESCO, maka kegiatan ini hendaknya tidak dipandang sebagai kegiatan yang bersifat seremonial saja. Namun harus melahirkan pemikiran-pemikiran inspiratif sebagai kontribusi nyata, berkelanjutan dan berkesinambungan terhadap Yogyakarta sebagai Warisan Dunia UNESCO,” jelas Arofah.

Dalam sambutan Kepala Dinas Kebudayaan DIY Aris Eko Nugroho, SP. M.Si., menyampaikan bahwa seminar ini diadakan dalam rangka Kegiatan Nominasi Warisan Budaya Nasional dan Dunia yang mengusung tema Historic Landmarks Along The Cosmological Axis of The Yogyakarta City. “Sosialisasi ini merupakan bentuk komitmen dan dukungan pemerintah (Pemda DIY, Pemkot Yogyakarta dan Pemkab Bantul), Kraton masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya terhadap pengajuan Yogyakarta sebagai warisan dunia UNESCO”, tandas Aris.

“Seminar ini adalah juga merupakan tahapan awal untuk menginformasikan, menyamakan presepsi  dan kesepakatan dalam melaksanakan Sosialisasi Yogyakarta menuju Warisan Dunia,” imbuh Aris di depan 50 orang peserta yang terdiri antara lain dari beberapa Kecamatan di wilayah Kota Yogyakarta dan beberapa Lurah di Kabupaten Bantul.

Kegiatan  yang diadakan oleh Dinas Kebudayaan DIY juga menghadirkan narasumber antara lain :  Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta Ir. Aman Yuriandijaya, MM., dan Kepala BAPPEDA Kabupaten Bantul Ir. Isa Budihartono, MT.(au/teb)