Berita Terkait


Polling

Apakah website ini membantu?

Apakah website ini membantu?

Ya: 10548 suara dari 11340 suara
93%
Tidak: 792 suara dari 11340 suara
7%

Gastrodiplomasi, Cara Efektif Berdiplomasi

03 November 2019 - 23:19


Yogyakarta (03/11/2019) jogjaprov.go.id - Dalam dunia bisnis, proses negosiasi dan executive meeting terkadang dilakukan di meja makan. Hal ini berlaku pula di dunia pemerintahan, terutama dengan semakin intensnya penerapan gastrodiplomasi. Gastrodiplomasi juga bisa menjadi cara efektif dalam berdiplomasi.

Hal ini diungkapkan Pj Sekretaris Daerah DIY, Ir. Arofa Noor Indriani, M.Si membacakan sambutan Gubernur DIY, Minggu (03/11) malam. Dalam acara Short Course Table Manner di Hotel Sahid Rich Jogja, Arofa mengatakan, gastrodiplomasi dapat dipahami sebagai the art of eating.

“Gastrodiplomasi dapat diartikan sebagai upaya diplomasi budaya dengan menggunakan makanan sebagai sarana memperkuat brand awareness bangsa. Gastrodiplomasi saat ini menjadi instrumen untuk menciptakan pemahaman lintas budaya, dengan harapan meningkatkan interaksi dan kerjasama internasional,” katanya.

Arofa menambahkan, gastrodiplomasi juga bermanfaat dapat memperkuat potensi budaya kuliner Indonesia sebagai tools untuk memperkuat diplomasi. Untuk di kalangan penting nasional maupun internasional, hal ini tidak lepas dari kegiatan perjamuan makan. Konsep table manner pun identik dengan etika di meja makan.

“Etika dan sopan santun adalah bahasa universal dalam setiap pergaulan dan hubungan antar manusia. Table manner yang baik merepresentasikan kepedulian terhadap situasi dan orang-orang di sekitar kita,” ujarnya.

Dikatakan Arofa, table manner bermanfaat ketika menerima tamu internasional atau mengunjungi suatu negara pada suatu acara resmi. Pengetahuan dan praktik table manner kadang pula dijadikan indikator sopan santun dalam berhubungan dengan mitra dari dunia internasional. Bahkan, secara subjektif, table manner kadang dianggap mewakili profesionalisme seseorang.

Short course table manner ini diselenggarakan bukan tanpa alasan. Ada beberapa manfaat yang akan kita dapatkan, yaitu memudahkan penyesuaian diri di ranah etika internasional dan meningkatkan percaya diri. Saya yakin kegiatan ini akan bermanfaat dalam upaya menjalin dan menjaga hubungan baik dengan mitra kerja DIY,” paparnya.

Acara ini diikuti oleh para pimpinan dan anggota DPRD DIY serta pejabat eselon II di lingkungan Pemerintahan Daerah DIY.

Ketua DPRD DIY, Nuryadi, S.Pd., mengatakan, melalui Short Course Table Manner peserta bisa belajar sekaligus mengingatkan tentang etika tata cara makan bersama tamu. Sopan santun di meja makan ini juga berfungsi untuk menjaga martabat lembaga maupun individu.

“Bagi kami, menjaga marwah lembaga menjadi hal yang penting. Kami juga berupaya saling mendukung dan bermitra dengan OPD. Apalagi dewan juga bagian dari upaya pelaksanaan pemerintahan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Biro Umum Hubungan Masyarakat dan Protokol DIY, Imam Pratanadi mengatakan, belajar tata cara makan dalam acara makan resmi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan tentang tata cara makan yang baik dan benar. Hal ini juga untuk meningkatkan rasa percaya diri peserta saat makan bersama tamu VIP.

“Hal ini penting mengingat tingginya tamu penting maupun tamu kenegaraan yang datang ke DIY. Semoga kegiatan ini dapat bermanfaat bagi kita,” imbuhnya. (Rt)

HUMAS DIY