Berita Terkait


Polling

Apakah website ini membantu?

Apakah website ini membantu?

Ya: 10548 suara dari 11340 suara
93%
Tidak: 792 suara dari 11340 suara
7%

Dinner The 7th Asean Tradisional Textile Symposium di Yogyakarta

05 November 2019 - 09:04

Yogyakarta (04/11/2019) jogjaprov.go.id - Yogyakarta (atau yang dikenal dengan nama Jogja Istimewa) adalah kota yang memiliki sejumlah atribut khusus. Kota yang dikenal sebagai kota perjuangan, kota pendidikan, dan sebagai pusat utama budaya dan tradisi Jawa. Daya tarik kota ini mencakup atraksi yang tak berujung dan suasana terbaik.

Demikian sambutan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, yang disampaikan oleh Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X dalam acara Welcome Dinner The 7th Asean Tradisional Textile Symposium (ATTS) pada Senin (04/11) malam di Bangsal Kepatihan, Yogyakarta.

“Keindahan alam, warisan budaya Jawa, budaya lokal, kesenian dan tradisi, serta kelezatan kuliner yang ditawarkan oleh kota ini, membuat Yogyakarta menjadi salah satu tujuan wisata yang paling banyak dikunjungi di Indonesia,” imbuh Sri Paduka.

Melalui kegiatan ini, Sri Paduka berharap agar Yogyakarta dapat mengungkap kekayaan seni yang menarik, atraksi yang menghibur, budaya yang penuh warna, orang-orangnya yang ramah dan pilihan kuliner yang tak ada habisnya.

Dalam kesempatan yang sama, GKBRAA Paku Alam mewakili GKR Hemas menyampaikan rasa senang bisa menjadi tuan rumah dalam acara ini dan mengucapan selamat datang yang hangat kepada para ahli tekstil tradisional. Dengan harapan kegiatan ini bisa menjadi simposium yang bermanfaat dan masa tinggal yang menyenangkan di Yogyakarta.

“Lebih dari 250 Tahun, Yogya masih berkembang. Tantangan zaman telah mengubah kota ini menjadi pusat budaya dan pendidikan, dalam mengejar cita-cita Indonesia modern yang demokratis,” ujar Gusti Putri.

Acara ini turut dihadiri oleh Ibu Negara Malaysia Tuanku Permaisuri Azizah Aminah Maimunah Iskandariah, Sultanah Tenggranu Malaysia, Dirjen Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Hilmar Farid, Direksi Bank BRI, para Dilegasi Negara-negara ASEAN, seluruh anggota kerajaan dan pemerintahan Malaysia, Forkompinda DIY, Ketua Dekranas serta tamu undangan lainnya.

Pada acara ini turut disajikan pementasan Beksan Kelaswara Adaninggar, Asean Harmony Welcome Dance, dan yang terakhir yaitu pergelaran kain dodot karya Afif Syakur.

Sebelumnya, Raja Permaisuri Agong Malaysia, Tunku Azizah Aminah Maimunah Iskandariah sempat mengikuti jamuan minum teh sore di Puro Pakualaman. Jamuan ini diadakan atas undangan President of Traditional Textile Arts Society of South East Asia (TTASSEA), GKBRAA Paku Alam yang juga sebagai istri Wakil Gubernur DIY.

Pada jamuan minum teh ini, GKBRAA Paku Alam juga memperkenalkan kawasan Puro Pakualaman sebagai sebuah Kadipaten. Acara dihadiri oleh seluruh delegasi negara yang ikut pada The 7th Asean Tradisional Textile Symposium. (Au/teb)