Berita Terkait


Polling

Apakah website ini membantu?

Apakah website ini membantu?

Ya: 10548 suara dari 11340 suara
93%
Tidak: 792 suara dari 11340 suara
7%

Serenade Bunga Bangsa, Wujud Dukungan 1 Maret Hari Besar Nasional

11 November 2019 - 14:05

Yogyakarta (10/11/2019) jogjaprov.go.id –  Memeringati Hari Pahlawan tak lewat prosesi upacara, namun bisa dengan lantunan nada. Seperti halnya Konser Musik Serenade Bunga Bangsa yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan melalui Kundha Kebudayaan pada Minggu (10/11) di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusumanegara pada pukul 18.00-21.00 WIB. Acara ini juga bertujuan untuk mendukung dan mensosialisasikan agenda Pemda DIY dalam pengusulan Peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949 sebagai Hari Nasional dengan nama Hari Penegakan Kedaulatan.

Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Aris Eko Nugroho, S.P., M.Si., dalam kesempatan tersebut menyampaikan pernyataan bahwa, “Peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta yang kala itu menjadi Ibukota Negara, telah membuka mata dunia internasional bahwa Indonesia masih ada di tengah propaganda yang mengklaim bahwa Indonesia sudah tidak ada. “Gubernur DIY telah mengusulkan 1 Maret sebagai Hari Besar Nasional pada Presiden RI dengan nama Hari Penegakan Kedaulatan,” ujar Aris.

Usulan tersebut kemudian disampaikan kepada Presiden RI melalui surat nomor 434/14984 tanggal 31 Oktober 2018 dan telah mendapatkan dukungan tertulis melalui surat nomor B/1678/V/2019/DJPOT pada tanggal 9 Mei 2019 oleh Kementerian Pertahanan dan Pemerintah Daerah DIY.

Adapun konsep acara konser tersebut terdiri dari konser musik, string orcherstra, dan choir atau paduan suara bersama dengan Allilacus Chamber Orchestra dan Con Amore Voice yang menjadi pengisi acara. Semuanya membawakan lagu nasional dan lagu perjuangan sebagai bentuk mengenang jasa para pahlawan serta menginternalisasikan nilai nasionalisme dan patriotisme dalam acara tersebut.

Dengan mengusung tema Aku Pahlawan Masa Kini, kegiatan ini melibatkan seniman muda dan pelajar SMA/SMK/MA. Sajian Macapat dan lagu nasional perjuangan yang dikemas dengan format string orchestra serta paduan suara untuk menggerakkan semangat pahlawan yang tertulis dalam syair lagu ke dalam relung hati anak muda dan seluruh anggota masyarakat yang turut hadir dalam acara tersebut.

Menurut Aris, objek Pemajuan Kebudayaan yang diamanatkan oleh Perdais No. 3 Tahun 2017 tentang pemeliharaan dan pengembangan kebudayaan di Daerah Istimewa Yogyakarta, yakni nilai-nilai kebudayaan. Yogyakarta menjadi salah satu fakta sejarah yang memiliki peran besar dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia hingga saat ini. Sehingga, peringatan tanggal 10 November 2019 ini adalah momentum yang tepat untuk menggali dan menginternalisasi nilai-nilai cinta tanah air, rela berkorban, dan nasionalisme. “Diharapkan nilai-nilai ini dapat kita hidupi dalam kehidupan sehari-hari di dalam semua bidang masing-masing.” ungkap Aris.

Kegiatan ini bekerjasama dengan Dinas sosial DIY selaku pengelola TMP, komunitas sejarah Djokjakarta 1945, Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI), Allilacus String Chamber Orchestra, dan Con Amore Voice dan sepenuhnya dibiayai dengan Dana Keistimewaan melaui Dinas Kebudayaan DIY.

Sebagai rencana masa depan, pada tahun 2020 mendatang Dinas Kebudayaan DIY menyiapkan berbagai program dalam rangka sosialisasi dan langkah strategis meliputi 3 video lagu yang diungah secara berkala dan sarasehan atau seminar nasional.

Acara ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Sosial DIY Drs. Untung Sukaryadi, MM., Kepala Bidang Sejarah, Bahasa-Sastra dan Permusiuman Dinas Kebudayaan DIY Rully Andriadi, S.S., Kepala Sub Bidang Sejarah Dinas Kebudayan DIY, Kepala Seksi Kepahlawanan, Kejuangan, Keperintisan, dan Kesetiakawanan Sosial K3KS DIY, Komandan Kodim 0734 Yogyakarta, Kapolsek Umbulharjo, dan Kepala staf kodim 0734 Yogyakarta, serta tamu hadirin yang lain.[Pal/Han]

Humas Pemda DIY