Berita Terkait


Polling

Apakah website ini membantu?

Apakah website ini membantu?

Ya: 10548 suara dari 11340 suara
93%
Tidak: 792 suara dari 11340 suara
7%

Edukasi Pria Dan Wanita Harus Setara

14 November 2019 - 14:44

Yogyakarta (14/11/2019) jogjaprov.go.id – Ketahanan keluarga berfungsi sebagai pengukur kesejahteraan nasional. Oleh karena itu, negara mengatur penguatan ketahanan negara tersebut dalam UU No. 10 tahun 1992 tentang perkembangan keluarga dan pembangunan keluarga sejahtera. 

Hal demikian disampaikan oleh istri Wakil Gubernur DIY, GBRAA Paku Alam saat menyampaikan Keynote Speech pada acara Sarasehan Peringatan Hari Ibu (PHI) DIY ke-91 tahun 2019, Kamis (14/11) di Gedhong Pracimosono, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta. GBRAA Paku Alam atau yang kerap disapa Gusti Putri menyampaikan, peningkatan ketahanan dan kesejahteraan keluarga perlu dipertimbangkan untuk mewujudkan pertumbuhan penduduk yang seimbang dan keluarga berkualitas.

“Konsep ketahanan dan kesejahteraan keluarga meliputi landasan legalitas, ketahanan fisik,  ketahanan ekonomi, ketahanan sosial Psikologi dan ketahanan sosial budaya. Hal tersebut yang merupakan dimensi pengukuran tingkat ketahanan keluarga,” jelas Gusti Putri.

Gusti Putri menyampaikan, kedudukan laki-laki dan wanita adalah sejajar dan saling mendukung dalam mewujudkan ketahanan keluarga. Untuk itu harus ada kerjasama yang baik antara suami dan istri. Harus ada edukasi yang berimbang dalam keluarga. Peran istri dan suami dibagi rata sesuai dengan kewenangan masing-masing. Hal tersebut apabila dilakukan dengan penuh kesadaran dan keihlasan akan menghasilkan hubungan harmonis dalam keluarga sehingga terwujud tujuan ketahanan keluarga yang kuat.

“Untuk membina sebuah keluarga yang kuat dan harmonis, kematangan pribadi masing-masing pasangan menjadi modal yang perlu disiapkan dan dimulai sejak dini untuk nantinya menjadi pengasuh, pendidik, pelatih emosi bagi putra-putrinya,” ungkap Gusti Putri.

Ketua V panitia PHI ke-91 tahun 2019 DIY, BRA Arum Yudhaningrat menyampaikan, tujuan acara ini adalah sebagai pengingat perjuangan kaum perempuan Indonesia guna mewujudkan peranan dan kedudukan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal tersebut dilakukan guna menuju Indonesia yang tentram, damai, adil dan makmur. Dengan demikian, kepentingan pembangunan Indonesia akan tercapai.  

Arum mengungkapkan, tema sarasehan PHI ke 91 ini adalah Peran laki-Laki dan Perempuan dalam Mewujudkan Ketahanan Keluarga. Untuk itu, perlu adanya kerjasama yang baik antara laki-laki dan perempuan guna mewujudkan kesempurnaan ketahanan keluarga.  

Penyelenggaraan PHI ini didukung oleh lima komponen organisasi wanita yaitu Tim Penggerak PKK Daerah DIY,  Dharma Wanita Persatuan DIY, or, BKOW DIY, Dharma Pertiwi DIY dan Bhayangkari DIY. Juga didukung oleh DP3AP2 DIY, Biro Umum, Humas dan Protokol Setda DIY, Dinas Kominfo DIY, dan Dinas Sosial DIY. (uk/hn)

Humas Pemda DIY