Berita Terkait


Polling

Apakah website ini membantu?

Apakah website ini membantu?

Ya: 10548 suara dari 11340 suara
93%
Tidak: 792 suara dari 11340 suara
7%

DIY Menuju Jogja Aksesibel 2024 Bagi Penyandang Disabilitas  

14 November 2019 - 16:15

Yogyakarta (14/11/2019) jogjaprov.go.id – DIY merupakan percontohan di Indonesia sebagai daerah paling ramah difabel. Perhatian Pemda DIY terhadap para difabel ditunjukan dengan banyaknya ruang khusus pada fasilitas umum untuk para penyandang disabilitas.

Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X mengungkapkan hal tersebut saat menerima perwakilan Organisasi Harapan Nusantara (OHANA), Kamis (14/11) di Gedhong Pare Anom, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta. Audiensi OHANA tersebut membahas mengenai Jogja Aksesibel 2024 seperti yang tertuang pada pasal 93 Perda DIY no. 4 tahun 2012.

“Saya bersama Pemda DIY akan terusberupaya memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh masyarakat DIY, termasuk para penyandang disabilitas. Mereka juga berhak atas fasilitas umum yang ada di DIY,” ungkap Sri Paduka.  

Sri Paduka menyampaikan, DIY secara pasti telah melangkah untuk memberikan fasilitas untuk para penyandang disabilitas sebagai bentuk penyetaraan hak dan keadilan kepada sesama warga negara. Perhatian pemerintah kepada penyandang disabilitas ini harus diikuti oleh peran aktif seluruh lapisan masyarakat. Harus ada dukungan penuh kepada para penyandang disabilitas untuk bisa hidup mandiri, kreatif dan berkreasi. Faktanya, para penyandang disabilitas ini bukanlah pribadi yang suka menggantungkan diri pada orang lain. Mereka mampu untuk berkreasi, tetapi harus dan motivasi dan dukungan penuh dari lingkungan.

“Saya tekankan pada OHANA sebagai organisasi yang mewadahi penyandang disabilitas untuk memotivasi, memberikan dukungan moral agar mereka memiliki semangat. Tidak ada perbadaan, penyandang disabilitas atau bukan, memiliki hak yang setara,” ujar Wagub DIY

Keberadaan OHANA menurut Sri Paduka, dapat menjadi jembatan bagi pemerintah, penyandang disabilitas, kelompok khusus seperti ibu hamil dan anak-anak serta masyarakat umum untuk tetap terhubung. Sebagai bagian dari kelompok masyarakat, penyandang disabilitas juga bisa menorehkan prestasi untuk mengharumkan nama Indonesia. Untuk itu, Sri Paduka memberikan dukungan penuh pada OHANA untuk bisa memotivasi.

Dewan Penasehat OHANA sekaligus anggota Komite PBB untuk Hak Penyandang Disabilitas, Risnawati Utami menyampaikan, DIY merupaka contoh yang baik sebagai daerah yang ramah bagi penyandang disabilitas. Untuk itu, pihaknya berupaya untuk terus mendorong berbagai usulan penyempurnaan agar perwujudan Jogja Aksesibel 2024 bisa tercapai.

“Contoh bagus bagi Indonesia adalah Malioboro. Malioboro sangat ramah bagi para penyandang disabilitas. Hal tersebut tentu tak lepas dari pemerintah daerah dalam upayanya mendukung kami. Nah hal ini bisa juga diterapkan didaerah lain di Indonesia,” jelas Risna.

Risna berharap, dukungan pemerintah untuk para penyandang disabiliats semakin baik dan semakin meningkat. Penyetaraan hak disabilitas tidak akan tercipta tanpa kerjasama dari berbagai pihak. (uk)

Humas Pemda DIY