Berita Terkait


Polling

Apakah website ini membantu?

Apakah website ini membantu?

Ya: 10548 suara dari 11340 suara
93%
Tidak: 792 suara dari 11340 suara
7%

Wanita Harus Berani Mengunggulkan Budaya Indonesia.

15 November 2019 - 23:05

Yogyakarta (15/11/2019) jogjaprov.go.id - Rombongan Panitia Peringatan Hari Ibu (PHI) Ke-91 Tahun 2019 yang diketuai oleh GBRAA Paku Alam, melakukan audiensi kepada Dewan Penasihat kegiatan PHI Ke-91, GKR Hemas, Jum’at (15/11) di Kraton Kilen, Yogyakarta.

Gustu Putri menyampaikan, kedatangannya bersama perwakilan panitia ini bertujuan untuk meminta  arahan GKR Hemas terkait PHI ke-91. “Rangkaian acara Peringatan Hari Ibu yang sudah terlaksana yaitu, bakti sosial bantuan air bersih di Sleman dan Gunung Kidul serta Sarasehan Ketahanan Keluarga Berbasis Budaya Jawa,” jelas Gusti Putri.

Gusti Putri menambahkan, bahwa ada beberapa kegiatan lain yang akan diselenggarakan, diantaranya, senam masal, donor darah, pemeriksaan gigi dan tulang gratis, lomba memasak, serta lomba paduan suara. Nantinya juga kan digelar dialog interaktif secara live di JogjaTV, pembagian tas non-plastik di 5 pasar yang ada di Yogyakarta dan puncak acara PHI ke-91 pada 23 Desember 2019 mendatang.

Ketua TP PKK DIY, GKR Hemas memberikan apresiasi kepada panitia PHI Ke 91 dan menyampaikan permohonan maaf karena belum dapat hadir pada rangkaian acara yang sudah terlaksana. “Kita sebagai perempuan, sebagai ibu, nenek, dan teman sesama perempuan, banyak hal yang menjadi kewajiban kita untuk berbagi serta mendidik generasi berikutnya. Jadi sesuai dengan program pemerintah, semua organisasi perempuan dapat memberikan guiding mengenai ketahanan keluarga kepada masyarakat yang sudah berkeluarga,” jelas Hemas.

Hemas menambahkan, yang terpenting itu adalah waktu untuk berkumpul bersama keluarga harus diperbanyak. Jangan sampai terjadi kurang komunikasi dalam keluarga.

“Jangan hanya menyalahkan pendidikannya, namun lingkungan sekitar juga 100% mempengaruhi kehidupan kita. Jadi saat ini kita harus berani mengunggulkan budaya sendiri, yaitu budaya bangsa Indonesia, bukan budaya kekerasan dan pemaksaan,” tutup Hemas.(Au)

Humas Pemda