Berita Terkait


Polling

Apakah website ini membantu?

Apakah website ini membantu?

Ya: 10548 suara dari 11340 suara
93%
Tidak: 792 suara dari 11340 suara
7%

Piala Raja HB X: Olahraga Harus Tumbuhkan Pendapatan Daerah

17 November 2019 - 09:35

Yogyakarta (16/11/2019) jogjaprov.go.id – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menghadiri gala dinner bersama dengan pengurus PORDASI DIY di Bangsal Pagelaran, Keraton Yogyakarta, Sabtu (16/11) malam. Kegiatan tersebut sekaligus pembuka dari perlombaan Pacuan Kuda Piala Raja HB X Cup Tingkat Nasional 2019 yang puncaknya berlangsung pada Minggu (17/11) di Stadion Sultan Agung, Bantul.

Sultan hadir dengan didampingi GKR Hemas dan GKR Bendara. Dalam kesempatan tersebut, turut hadir Ketua PORDASI Pengda DIY KPH Yudonegoro, Ketua KONI Pusat Letjend TNI (Purn) Marciano Norman dan istri, Ketua Umum Pordasi Pusat Muhammad Chaidir Saddak, Ketua KONI DIY Prof. Joko Pekik, Sekretaris Daerah DIY Drs. Kadarmanta Baskara Aji, Pimpinan OPD DIY, dan segenap tamu undangan.

Dalam sambutannya, KPH Yudonegoro menyampaikan ungkapan terima kasihnya kepada berbagai pihak yang telah mendukung terlaksananya Hamengku Buwono X Cup yang ke-11 ini. Menurutnya, keistimewaan dari lomba pacuan ini tidaklah hanya lomba pacuan kuda saja melainkan adanya festival andong. “Untuk itu, selama satu hari penuh hari ini (Sabtu, -red), andong-andong yang biasa beroperasi di Jogja diliburkan, supaya secara khusus dapat bersiap-siap untuk melaksanakan hadir dalam festival andong di Stadion Sultan Agung esok hari,” jelas menantu Sultan ini.

Secara terpisah, Ketua KONI Pusat turut menyampaikan apresiasinya kepada Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X atas perkanannya untuk Piala Hamengku Buwono Cup yang ke-11 kalinya. “Kita harus mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Sultan selaku pembina olahraga, saya berharap pembina olahraga yang lain juga dapat melaksanakan seperti yang dilakukan Sultan. Sebab, perhatian kepala daerah yang besar terhadap olahraga akan berdampak pada peningkatan prestasi olahraga,” ujarnya.

Marciano menambahkan, jika dukungan kepala daerah maksimal, maka para atlet juga akan memberikan kemampuan dengan sebaik-baiknya. “Tidak ada lagi alasan untuk kalah. Semoga KONI DIY bisa memfasilitasi itu agar prestasi atlet Yogyakarta bisa meningkatkan mengingat PON akan segera digelar tahun 2020 di Papua,” imbuhnya. Tak hanya PON, kesiapan atlet juga harus dilaksanakan secara maksimal jelang digelarnya Sea Games di Filipina. “Dikatakan berhasil jika dalam ajang tersebut berhasil ada pemecahan rekor dunia, itu tidak akan terjadi jika atlet daerah tidak dipersiapkan dengan baik,” jelasnya.

Sultan dalam sambutannya kemudian mengutarakan bahwasanya olahraga atau perlombaan layaknya pacuan kuda dan andong dalam rangka Hamengku Buwono X Cup tersebut jangan hanya berhenti sebatas pembinaan. “Pacuan kuda dan andong ini setidaknya bisa seperti Festival Gerobak Sapi yang dilaksanakan tiap tahun di sini. Harus bisa memiliki dampak interaksi bisnis. Misalnya harus ada pertumbuhan pembibitan kuda yang relative besar. Itu semua meningkatkan kualias kuda namun juga pendapatan daerah karena adanya transaksi jual beli kuda ataupun andong dan gerobak,” jelas Sultan.

Menurut Sultan, dengan adanya transaksi demikian, akan memicu banyak pertumbuhan di berbagai aspek. “Dari adanya transaksi itu, bengkel gerobak di Sleman juga tumbuh, andong juga tumbuh kudanya bagus lagi, acuannya juga. Harapan saya, dari aktivitas pacuan atau olahraga juga bisa menumbuhkan transaksi bisnis,” ujar Sultan. Hal tersebut sekaligus sebagai sebuah pelestarian bahwa transportasi tradisional senantiasa dilestarikan. “Becak, andong, dan sebagainya itu sudah dilindungi undang-undang yang menyatakan bahwa itu adalah transportasi lokal yang harus dipertahankan. Jadi jangan sampai hilang,” harap Sultan.

Hal tersebut juga senada dengan yang diutarakan Ketua KONI Pusat, yakni ketika menggelar sebuah perhelatan olahraga, sejatinya juga mengedepankan kearifan daerah. “Daerah lain bisa mencontoh apa yang dilakukan Jogja, tak hanya pacuan kuda saja, namun ada muatan festival andong yang merupakan kendaraan tradisional khas Yogyakarta,” ujarnya.

Di akhir kegiatan, secara simbolis Sultan membuka gelaran lomba Pacuan Kuda dan Festival Andong yang akan digelar pada Minggu (17/11) di Stadion Sultan Agung, Bantul, Yogyakarta dengan menginjak prototype sirine lonceng andong sebanyak tiga kali. Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan penyerahan piala bergilir Hamengku Buwono X Cup dari pemang pacuan kuda tahun lalu yakni Paguyuban Sakutala dari Jogo Plawang kepada Sultan yang diteruskan kepada Ketua PORDASI DIY, KPH Yudonegoro.

Sebagai sajian penutup, terdapat pementasan Beksan Golek Tunggal Bawaraga dan juga Gatutkaca Setija persembahan special dari KHP Kridhomardowo Keraton Yogyakarta.

 

PACUAN KUDA PIALA RAJA HB X CUP TAHUN 2019 

Kuda Vaux`s Legend Sabet Juara Pertama

Bantul (17/11/2019) jogjaprov.go.id - Pacuan Kuda Piala Raja HB X Cup Tahun 2019 baru saja usai digelar di Stadion Sultan Agung, Bantul pada Minggu (17/11) sejak pukul 07.00 WIB. Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X turut hadir pada kegiatan tersebut bersama dengan Ketua KONI Pusat Letjend TNI (Purn) Marciano Norman, dan didampingi oleh Ketua Pordasi DIY KPH Yudonegoro.

Adapun perlombaan tersebut tidak hanya menampilkan adu ketangkasan kuda saja, melainkan juga dimeriahkan oleh festival andong. Pada kompetisi tersebut, Kuda Vaux`s Legend asal Semarang, berhasil menyabet juara pertama kelas terbuka jarak 2.000 meter. Dengan joki bernama Y Rondonuwu, kuda menjuarai nomor paling bergengsi mengalahkan kuda Red Silenos asal Aragon Stable (Jawa Barat). 

Sementara itu, untuk hasil lomba lainnya, tercatat sebagai berikut:

Kelas 2 tahun perdana kelompok 1 C/D 600 m:

  1. Kuda Better Sweet
  2. Permata Suci
  3. Shakira Eclipse

Kelas 2 tahun perdana kelompok 2 C/D 600 m:

  1. Montoya
  2. Nagini
  3. Silaturrahmi

Kelas 2 tahun perdana A/B 8 m:

  1. Early Dream Jordan
  2. Loreto Sapudila
  3. Roso Jatim 

Dalam kesempatan tersebut Gubernur DIY, sangat menikmati pacuan kuda dan bahkan menyempatkan diri untuk berfoto bersama saat penyerahan hadiah. Sultan juga menyempatkan diri untuk menyaksikan festival andong yang juga digelar di sekitar lokasi pacuan kuda. 

Ketua KONI Pusat mengatakan bahwa animo masyarakat akan perlombaan ini sangat tinggi. Diharapkan, sambutan masyarakat yang semakin baik ini membuat Pordasi Pusat terus meingkatkan kualitas anggotanya dan memunculkan kuda-kuda terbaik serta meraih prestasi maksimal.

Humas Pemda DIY