Berita Terkait


Polling

Apakah website ini membantu?

Apakah website ini membantu?

Ya: 10548 suara dari 11340 suara
93%
Tidak: 792 suara dari 11340 suara
7%

Kontribusi UMKM pada Perekonomian DIY Relatif Besar

18 November 2019 - 12:45

Sleman (18/11/2019) jogjaprov - Pengelolaan UMKM di DIY harus lebih ditingkatkan lagi. Hal ini menjadi komitmen Pemerintah Daerah (Pemda) DIY untuk lebih lagi mengembangkan perekonomian daerah. Apalagi UMKM di DIY menjadi salah satu yang berkontribusi relatif besar pada perekonomian DIY.

“UMKM itu kalau kita lihat dari kuantitasnya, jelas banyak tapi kecil-kecil. Beda kalau kita lihat dari nilainya. Kalau kita lihat bahwa UMKM itu adalah sebuah perusahaan raksasa yang ada di DIY, yang menjadi satu, saya yakin sebetulnya keberadaan UMKM memberikan nilai yang sangat tinggi terhadap perkembangan ekonomi DIY,” jelas Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Drs. Kadarmanta Baskara Aji. 

Pada Seminar Nasional ‘Peluang dan Tantangan di Era Ekonomi Digital: The Future of Work’ di Hotel Royal Ambarrukmo pada Seni (18/11), Aji pun mengatakan, dalam pengelolaan UMKM, bidang ekonomi kreatif menjadi hal yang utama. Namun dalam ekonomi kreatif, bukan hanya produk-produk kreatif yang perlu dipikirkan, tetapi bagaimana cara mengelola, pemasaran, dan proses produksinya juga harus dilakukan dengan kreatif.

“Jadi dalam pengelolaan UMKM, bagaimana memanfaatkan kebersamaan dalam rangka untuk pengembangan sesama UMKM yang ada di DIY. Dan UMKM yang bisa tetap eksis serta terus berkembang ialah UMKM yang tahu tentang masa depan. Karena dalam menghadapi tantangan dan peluang di era digital ini, hanya mereka yang sudah tahu masa depan yang akan menang,” paparnya.

Terkait seminar nasional yang diadakan oleh Bank Indonesia Perwakilan DIY kali ini, Aji menuturkan, seminar semacam ini perlu digelar agar ada satu pemahaman bersama di antara para pelaku usaha, pemerintah, maupun masyarakat tentang bagaimana memanfaatkan teknologi dan kesempatan dalam rangka memperbaiki diri.

“Jadi kalau dalam pameran UMKM, bukan berapa omset yang didapat selama pameran, tetapi bagaimana agar UMKM peserta pameran bisa terus tumbuh berkembang lebih baik lagi,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bank Indonesia Perwakilan DIY, Hilman Tisnawan mengatakan, UMKM memiliki kemampuan untuk menjadi penopang pertumbuhan dan ujung tombak perekonomian DIY. Meskipun jika dilihat secara kasat mata, pengeluaran atau konsumsi masyarakat tampak lebih besar menjadi penopang pertumbuhan ekonomi.

“Tapi jika kita lihat lebih dalam, justru keberadaan UMKM ini yang mampu membuat pertumbuhan ekonomi DIY cukup stabil, bahkan setiap tahunnya berada di atas rata-rata nasional. Untuk itulah perlu strategi-strategi khusus untuk lebih mengembangkan UMKM,” paparnya.

Hilman menambahkan, Bank Indonesia Perwakilan DIY menginginkan UMKM binaan mereka bisa menjadi UMK yang unggul serta berkualitas premium. Dengan begitu diharapkan akan mampu lebih baik menopang pertumbuhan ekonomi secara nasional.

“Dalam strategi pengembangan UMKM memang kami melakukan berbagai strategi. Namun strategi yang dijalankan semuanya mendukung seluruh upaya yang dilakukan oleh Pemda DIY,” imbuhnya. (Rt)

HUMAS DIY