Berita Terkait


Polling

Apakah website ini membantu?

Apakah website ini membantu?

Ya: 10548 suara dari 11340 suara
93%
Tidak: 792 suara dari 11340 suara
7%

Songsong Kota Ramah Lansia, Jogja Kampanyekan 'Gersala'

21 November 2019 - 15:37

Yogyakarta (21/11/2019) jogjaprov.go.id. – Setiap institusi yang memberikan bantuan kepada kelompok, paguyuban atau organisasi disarankan untuk tidak memberikannya dalam bentuk materi, tetapi bantuan tersebut bersifat investasi edukasi untuk masa depan agar dikemudian hari tidak terjadi ketergantuan pada institusi.

Arahan tersebut disampaikan Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X ketika menerima audensi  Kepala Dinas  Sosial Kota Yogyakarta Agus Sudrajat, SKM., M.Kes didampingi oleh Sekretaris Dinas  Sosial Kota Yogyakarta Dra. Ratih Ekaningtyas dan Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Drs. Irianto Edi Purnomo, M.Si., pada Kamis (21/11) siang di Gedung Pare Anom Kepatihan, Yogyakarta.

Adapun tujuan audensi dengan  Sri  Paduka Paku Alam X selain  bersilaturahmi, juga  mohon arahan sehubungan akan diselenggarakannya Gerakan Sayang Lansia (GERSALA) yang berbasis “mikul dhuwur mendem jero“  menuju Jogja Kota Ramah Lansia 2020 serta melaporkan  program kerja untuk mendukung tercapainya  Jogja sebagai Kota Ramah Lansia.

Agus lebih lanjut menjelaskan, bahwa dalam rangka menuju Jogja kota ramah lansia akan menyelenggarakan berbagai kegiatan yaitu Lansia mendongeng untuk  menurunkan tata nilai kepada anak cucu, menyediakan fasilitas  bagi lansia yaitu peta jalan untuk lansia, taman terbuka hijau bagi lansia serta transportasi  yang layak bagi lansia.

Selain itu, Agus menyampaikan dalam rangka mengakomodasi kebutuhan lansia di Kota Yogyakarta telah dilakukan Pra Musrenbang bagi lansia dengan harapan kebutuhan atau pelayanan kepada lansia ke depan dapat di akomodir semaksimal mungkin sebagai penghargaan kepada lansia yang telah mendidik kita semua “mikul dhuwur mendhem jero”.

Menanggapi hal tersebut, Sri Paduka menyarankan agar dalam membuat program tidak hanya terfokus pada lansia saja, tetapi juga pada program lainnya di OPD maupun instansi. Selain itu, dalam membuat/menyusun program ukurannya bukan kita (sepihak), pengguna atau pemakai diajak berdialog mengenai apa yang dibutuhkan atau dengan kata lain menggali kebutuhan lansia, seperti apa yang mau di pakai, dan apa yang seharusnya di sediakan. Sehingga pembangunan dan pengadaan tersebut sesuai dengan apa yang dibutuhkan pengguna dan pemakainya, tidak hanya dilihat dari sisi orientasi yang membuat atau menyusun program kegiatan, namun juga perlu melihat adanya partisipasi dari masyarakat.

Sri Paduka berharap, ketika penyelenggaraan kegiatan itu dilaksanakan bukan hanya kegiatan berjalan dengan sukses, tetapi bagaimana kegiatan tersebut dapat mengedukasi masyarakat dengan program yang tidak hanya berhenti disitu tetapi dapat berjalan terus dan berkesinambungan.

Ditemui seusai audiensi, Agus memaparkan bahwa jumlah lansia di Kota Yogyakarta saat ini mencapai 14% dari jumlah penduduk Kota Yogyakarta atau 45.000  lansia. Dari jumlah tersebut, 5% diantaranya merupakan lansia tidak potensial yang membutuhkan penanganan khusus. Ditambahkan Agus bahwa jumlah lansia terbanyak Kota Yogyakarta berada di Kelurahan Mergangsan dan akan menjadi pilot project penanganan lansia jangka panjang. (kr)

 Humas Pemda DIY