Berita Terkait


Polling

Apakah website ini membantu?

Apakah website ini membantu?

Ya: 10548 suara dari 11340 suara
93%
Tidak: 792 suara dari 11340 suara
7%

PNS Harus Jadi Pamong Praja

22 November 2019 - 12:11

Bantul (21/11/2019) jogjaprov.go.id - Kesuksesan para peserta Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) untuk meraih nilai yang memuaskan bukanlah akhir dari sebuah prestasi. Karena kesuksesan dan keberhasilan merupakan modal awal untuk menjadi penyemangat dalam mencetak prestasi. Semua itu guna memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat di instansi masing-masing.

Demikian pesan Sekretaris Daerah DIY, Drs. Kadarmanta Baskara Aji yang dibacakan oleh Staf Ahli Bidang Sosial Budaya dan Kemasyarakatan Gubernur DIY, Drs. Tri Mulyono M.M., Kamis (21/11). Pada acara Penutupan Diklat Prajabatan PNS K1/K2 Golongan II Angkatan 3 dan 4 di Bandiklat DIY, Aji menegaskan PNS harus jadi pamong praja.

“Saya berharap PNS sebagai pamong praja atau aparatur yang melayani, bukan pangreh praja atau aparatur yang minta dilayani. Dalam hal ini, PNS harus lebih mengutamakan hasil dan manfaat, bukan sekedar memenuhi syarat administrasi untuk diangkat menjadi PNS,” jelas Tri.

Tri menambahkan, para peserta diklat hendaknya pandai-pandai memanfaatkan waktu, bersikap ramah kepada masyarakat sekitar, selalu menganggap hal sulit sebagai sahabat. Para peserta juga harus jujur dan mempunyai integritas tinggi, serta selalu bersedia menerima kritik dan saran yang akan membuat mereka lebih profesional dan bermakna untuk lingkungan sekitar.

Sementara itu, Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan (Bandiklat) DIY, Dr. Ir. Kuncoro Cahyo Aji, M.Si., menuturkan, diadakannya kegiatan ini agar para peserta memiliki pengetahuan dan wawasan sebagai pelayan masyarakat yang baik. Kegiatan ini diselenggarakan sejak 13-21 November 2019.

Adapun materi yang diberikan selama kegiatan berupa overview kebijakan penyelenggaraan diklat, dinamika kelompok, muatan teknis substansi lembaga, dan kebijakan pengembangan sumber daya aparatur. Selain itu, materi terkait wawasan kebangsaan dalam kerangka NKRI, percepatan pemberantasan korupsi, manajemen aparatur sipil negara, pola pikir aparatur sipil negara sebagai pelayan masyarakat, serta review kebijakan penyelenggaraan diklat.

Kegiatan ini diakhiri dengan membuat keputusan evaluasi kelulusan terhadap peserta. Peserta yang mengikuti pelatihan berjumlah 78 orang. Peserta diklat merupakan calon PNS golongan II yang diangkat dari tenaga kerja honorer golongan I dan golongan II angkatan 3 sebanyak 40 orang. Sedangkan peserta yang tergabung dalam angakatan 4 terdiri dari 38 orang. Semua peserta dinyatakan lulus.

Dari hasil evaluasi kelulusan, lima orang dengan peringkat terbaik di Angkatan 3 berturut-turut dari peringkat satu ialah Novia Tri Astuti, A. Md.Keb dari UPT Puskesmas Sewon 1; Rosmiati Andi Rifai, A.Md.Keb dari UPT Puskesmas Kasihan I; Haniyah, A.Md.Keb dari UPT Pusat Kesehatan Masyarakat Sleman; Yuliyati, A.Md.Keb dari UPT Pusat Kesehatan Masyarakat Mlati I; Wahyu Candra Dewi, A.Md.Keb dari UPT Pusat Kesehatan Masyarakat Gamping 1.

Dari angkatan 4 peringkat lima besarnya dari yang terbaik ialah Yutenti Dharmastuti, A.Md.Keb dari UPT Pusat Kesahatan Masyarakat Cangkringan; Ristina Mayawati, A.Md.Keb dari UPT Puskesmas Banguntapan II; Yanuar Rinawati Rahayu, A.Md.Keb dari UPT Puskesmas Banguntapan I; Cucu Herawati, A.Md.Keb dari UPT Pusat Kesehatan Masyarakat Cimahi; Yanti Sulastri, A.Md.Keb UPT Puskesmas Piyungan. (kt)