Berita Terkait


Polling

Apakah website ini membantu?

Apakah website ini membantu?

Ya: 10548 suara dari 11340 suara
93%
Tidak: 792 suara dari 11340 suara
7%

Gubernur DIY Dialog dengan Warga Bantaran Sungai Gajah Wong Yogyakarta

22 November 2019 - 15:37

Yogyakarta (22/11/2019) jogjaprov.go.id. – Gubernur DIY Hamengku Buwono X memberikan apresiasi kepada warga masyarakat di sepanjang bantaran Sungai Gajah Wong Yogyakarta atas kesadaran yang semakin tumbuh dan berkembang, sehingga saat ini menjadi pemukiman yang menarik serta tertata baik dengan melaksanakan program kota mundur, munggah madhep kali.

Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur DIY ketika berdialog dengan warga masyarakat yang bermukim di sepanjang bantaran Sungai Gajah Wong di Taman Gajah Wong, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Jumat (22/11). Pada pertemuan ini dihadiri pula Wakil Walikota Yogyakarta, Drs. Heroe Poerwadi, MA., Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY, Ir. Arofa Noor Indriani, M.Si., Kepala Dinas Kesehatan DIY, drg. Pembayun Setyaning Astutie. M.Kes, serta pimpinan OPD DIY maupun Kota Yogyakarta.

Sri Sultan menambahkan bahwa apabila ruang tamu menghadap sungai bukan dapur yang menghadap sungai, bisa dipastikan sungai itu tidak kumuh lagi karena sudah tidak ada lagi warga yang akan turun ke sungai untuk membuang sampah.

Disebutkan pula oleh Gubernur DIY, rumah yang sehat itu harus disediakan WC. Tetapi bagaimana WC akan dibangun kalau belum tersedia  air, sebab air belum mengalir di rumah-rumah warga. Oleh karena itu Gubernur DIY menekankan apabila di sepanjang bantaran Sungai Gajah Wong tersebut terdapat mata air, apakah kira-kira bisa mencukupi kelompok masyarakat di sepanjang bantaran. Apakah masyararakat membutuhkan pipa-pipa untuk penyambungan antarrumah yang nantinya bisa di-back up oleh pemerintah. Sedangkan untuk pengelolaan, bisa secara bersama-sama dan dikelola koperasi dalam wadah PAM Desa/Kalurahan.

Sedangkan untuk meningkatkan perekonomian, Sultan memberikan alternatif kegiatan sepanjang Sungai Gajah Wong bisa membuat bendungan dan terjunan buatan agar air bisa mengalir deras sehingga bisa untuk wisata, misalnya seperti perahu atau arung jeram, yang dikelola oleh anak-anak muda. Para anak muda itu bisa saling bekerjasaama menggandeng beberapa kampung di sepanjang bantaran Sungai Gajah Wong dari Utara sampai Selatan, yang jelas bersama-sama sepakat mengelola Sungai Gajah Wong untuk wisata. “Ini kan peluang untuk anak-anak muda. Sungai Gajah Wong menjadi obyek arum jeram tetapi arum jeram buatan,“ tandas Sultan.

Dalam dialog tersebut Gubernur DIY juga menantang warga di bantaran Sungai Gajah Wong untuk membuat program secara rinci, pengembangan penataan bantaran sungai yang hubungannya dengan pengadaan air bersih. Dengan begitu, Pemda DIY akan mem-back up bantuan untuk program tersebut. “Sekarang ini sudah bulan November, jadi anggaran ini akan ditutup di bulan Desember.  Jadi sudah tidak mungkin. Tap bisa tidak setelah dari ini melakukan koordinasi program saya tunggu pertengahan Januari program sudah di tangan saya, iso ora,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Forsidas Gajah Wong, Purbudi Wahyuni.SE.MM. mengatakan bahwa semenjak dilakukannya penantaan warga di sepanjang bantaran Sungai Gajah Wong dengan program “mundur, munggah madhep kali" dari Baciro, Pandean hingga Giwangan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta Sungai Gajah Wong pun kini mempunyai visi dan misi “integrated eko tourism berbasis mitigasi bencana menuju Hamemayu Hayuning Bawono.

Wahyuni menambahkan bahwa sejak tahun 2012 dari hulu hingga hilir di sepanjang bantaran Sungai Gajah Wong, warga bersedia mengepras rumahnya dan membalikkan rumahnya yang awalnya dapur dan WC di bibir sungai, saat ini hampir seluruhnya ruang tamunya yang menghadap sungai. Dapur saat ini berada di belakang, dan atas program tersebut di tahun 2017, penataan bantaran Sungai Gajah Wong mendapatkan predikat terbaik tingkat nasional.

Dalam kesempatan itu, diserahkan penghargaan kepada Ketua Pembina Kota Sehat Tingkat Provinsi,  Kabupaten/Kota melalui Kepala Bappeda DIY, Budi Wibowo SH MM yang diserahkan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Selain itu terdapat penghargaan kepada Tim PSC 119/ Publik Service Center kegawatdaruratan Kota Yogyakarta yang diterima Deni Wedianti.

Usai dialog Gubernur DIY Sri Sultan HB X berkesempatan meninjau pameran oleh dinas instansi terkait dalam rangka Peringatan Hari Kesehatan Nasional Tahun 2019 dan menyaksikan sungai Gajah Wong dari bibir sungai. (kr)

Humas DIY