Berita Terkait


Polling

Apakah website ini membantu?

Apakah website ini membantu?

Ya: 58772 suara dari 74835 suara
79%
Tidak: 16063 suara dari 74835 suara
21%

Gelar Seni Tuna Grahita Yogyakarta 2019 Digelar

12 Desember 2019 - 12:21

YOGYAKARTA (12/12/2019) jogjaprov.go.id – Dengan diselenggarakannya Pawai Gelar Seni Tuna Grahita Genta se-DIY diharapkan akan muncul talenta-talenta baru dan tercetak prestasi-prestasi baru di bidang seni dan budaya  di DIY. Selain itu acara ini juga diharapkan akan memberikan pencerahan dari kegelapan bagi anak-anak yang berkebutuhan khusus ini.

Hal tersebut disampaikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY Ir. Arofa Noor Indriani, M.Si mewakili Gubernur DIY Sri Sultan HB X ketika melepas Pawai Gelar Seni Tuna Grahita (Genta) di Halaman Bangsal Wiyotoprojo, Kepatihan, Yogyakarta, Kamis (12/12) pagi.

Disampaikan Arofa bahwa entitas seni memiliki jangka waktu sangat panjang sedangkan hidup ini waktunya pendek. Karenanya kegiatan seni dan kreaasi akan berjalan terus tanpa akhir dan tidak ada matinya, sementara hidup akan menjumpai batasnya.

Lomba Kirab ditandai dengan pengibasan bendera start oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY Ir. Arofa Indriani, M.Si yang didamping Kepala Sekolah SLB Negeri 2 Yogyakarta dan disakasikan tamu undangan dengan dimeriahkan oleh Marching Band dari Gema Nusantara STTKD Yogyakarta.

Sementara itu, Kepala Sekolah SLB Negeri 2 Yogyakarta, Tunjinah, yang mendasari pemikiran diiselenggarakannya Gelar Seni Tuna Grahita 2019 adalah banyaknya potensi berkesenian yang dimiliki anak-anak SLB di DIY. Kegiatan ini sekaligus memberikan pengalaman estetika kepada masyarakat dalam bentuk berekspresi berapresiasi, agar ada pengakuan dari masyarakat terhadap kemampuan anak-anak yang berkebutuhan khusus.

Pada tahun ini, Genta mengusung tema “Payung Pelangi ABK“. Kegiatan itu bertujuan selain untuk memberikan wadah interaktif anak-anak sekolah tuna grahita dengan masyarakat dalam berkesenian dan kebudayaan, juga untuk meningkatkan dan mengembangkan kreativitaas siswa SLB di bidang seni-budaya, sekaligus memberi apresiasi.

Sedangkan maksud dari tema Payung Pelangi adalah keberagaman anak-anak berkebutuhan khusus. Hal tersebut meliputi para peserta yang berasal dari SLB se-DIY, mulai dari sekolah inklusi dan beberapa SMA dan SMK yang ada di DIY.

Lebih lanjut, Tunjinah berharap agar anak-anak berkebutuhan khusus ini lebih dikenal di masyarakat dan mendapatkan penghargaan serta perlindungan, baik dari instansi terkait maupun personil yang terlibat dalam kegiatan yang melibatkan  1.200 orang tersebut. Bentuk kegiatan Genta 2019 meliputi kirab, pentas seni tari, seni musik, teater, lomba kirab, lomba lukis, dan lomba fotografi  yang memperebutkan trofi GKBRAA Paku Alam, serta piagam dan hadiah uang pembinaan.

Adapun lomba kirab mengambil rute dari Halaman Bangsal Wiyotoprojo Kepatihan Yogyakarta-Malioboro-Jalan Senopati dan berakhir di Taman Pintar Yogyakarta. (kr)

HUMAS DIY